ANIES BASWEDAN

Hampir seluruh simbol intelektual terkumpul pada beliau. Publik speaking yang sempurna dengan gestur tubuh yang terukur,artikulasi yang jelas serta eye contact tidak kalah dibanding Mata Najwa atau Dessy Anwar.

Anies bukanlah pria kalem yang pelit mengeluarkan kata-kata, bukan pula lelaki yang meledak-ledak dalam bicara namun Anies berada diantara keduanya. Kontrol emosi yang nyaris sempurna yang membuat beliau berbeda.

Kapabilitasnya tidak usah di pertanyakan Anies menjadi Rektor Universitas Paramadina, saat berusia baru 38 tahun. Anies-lah pengagas gerakan “Indonesia membaca”. Sebelum menduduki kursi Menteri Pendidikan Dasar beliu salah satu anggota Tim Sembilan untuk menyelesaikan persengketaan “cicak vs buaya” di era SBY.

Elektabilitasnya cukup tinggi, Aktifis HMI alumni UGM ini diterima oleh hampir seluruh elemen masyarakat baik kaum nasionalis maupun kaum agamis. Anies pernah menjadi kontestan calon presiden melalui konvensi Parrtai Demokrat.

Meski tidak atau belum dapat melakukan perubahan yang sistematik di kementerian Pendidikan Dasar dinahkodainya. Namun setidaknya himbauan agar orang tua mengantar anak di hari pertama sekolah adalah hal sederhana dan menjadi viral di media. Sama seperti menteri lainnya kinerja beliau dalam kabinet Indonesia Hebat memang susah diukur. Negara multi kultur, suku,ras,etnik,bahasa dan agama kinerja seorang pejabat publik tidak akan pernah dapat memenuhi ekspektasi semuanya. Namun setidaknya nama Anies tidak pernah masuk dalam list menteri yang akan diresufle yang disodorkan oleh media berdasarkan desas-desus, baik resufle jilid I maupun jilid II.

Bahkan sebagian pengamat atau yang memaksakan diri menjadi pengamat kebijakan NJokowi posisi Menteri Pendidikan Dasar dipastikan milik Anies sampai NJokowi langser 2019 atau 2024. Dengan dalih Anies memang praktisi pendidikan yang mumpuni dan andilnya dalam kampanye NJokowi pada pilpres 2014.

Dunia politik itu sungguh dunia yang dinamis dan kenyal, Seperti kubus rubik yang saling menyamakan warna secepat mungkin, tergantung tangan-tangan terampil yang memadu-padankannya.
Celakanya kali ini Anies harus ditepikan untuk kesamaan warna kubus rubik.

Apakah Anies ditepikan atau sengaja menepi untuk meraih simpati, meniru cara SBY di era Megawati sehingga yang berhasil mengantarkan SBY menjadi RI-1 pada pilpres 2004 lalu. Hanya Anies dan NJokowi dan mungkin sebagian lingkaran dalam istana yang tahu.

Namun sebagai pengagum Anies karena terpesona Publik Speaking dan kontrol emosinya saya lebih senang Anies tetap menjadi Cendikiawan yang berada diluar birokrasi apalagi politisi. Seperti yang telah diperankannya di era SBY.

Al Albana, Juli 2016

Kategori Tokoh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close