Terdampar

Tiga menit saya butuhkan untuk merevieu eksiklopedia dunia fauna yang masih tersisa dikepala untuk meyakinkan bahwa yang saya bidik bukanlah seokor kalong.

Kalong dalam pelajaran Biologi adalah mamalia yang beraktitas di malam hari berwarna hitam pekat pemakan buah-buahan dengan jangkauan sayap tidak lebih dari 12 inch. Dua menit kemudian saya membuka file tentang hewan raksasa akibat mutasi genetika seperti dalam film-film fiksi ilmiah Hollywood seperti Batman,Spidermen, dan lain sebagainya. Oh tidak sekarang masih abad 21 belum saatnya hewan seperti itu muncul di bumi ini apalagi di sini.

“Cekreek,..cekreeek”, dengan 70% keyakinan benda ini adalah layang-layang akhirnya gambar ini tersimpan dalam memori gawai ini.

Kejadian semalam pukul 21.23 setelah mandi dan hendak menjemur handuk di halaman samping rumah.

Ternyata benar inilah layang-layang yang terdampar karena hembusan angin yang terlalu kencang atau bisa juga akibat gesekan benangnya dengan tiang listrik atau benda yang menjulang tinggi lainnya. Bukan Kalong raksasa akibat mutasi generika.

Saya yakin layang-layang ini tidak ingin terdapar seperti ini. ia ingin terus meleggak-lenggok di angkasa untuk tetap meperlihatkan keelokannya kepada setiap orang yang memandangnya atau setidaknya kepada si-empunya.

Terdampar bukanlah sesuatu yang diinginkan terkadang pelaut terdampar di pulau kecil tanpa penghuni untuk menungga badai dan gelombang mereda agar selamat untuk meneruskan perjalanan, Pengembara tersesat dihutan belantara yang dihuni oleh binatang buas yang menakutkan. Musafir terjebak badai gurun pasir tanpa sumber air.

“Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya saja pengetahuan tentang Akhirat. Dan Dia-lah yang menurunkan hujan. Dan mengetahui apa yang ada dalam rahim . Dan tidak seorangpun mengetahui (dengan pasti) apa yang diusahakannya besok. Dan tidak seorangpun dapat mengetahui dibumi mana dia akan mati.
Sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha mengenal”.
Al Qur’an surah lukman 34.

Mungkin layang-layang ini telah memahami ayat diatas.

Seminyak, 23 Syawal 1437 H.

Kategori Esai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close