Haruka

Dialah satu-satunya betina diantara empat penghuni rumah itu. Seminggu yang lalu dia menunjukan gejala yang ganjil ; Pemurung, sering mengeluarkan suara keras, tidak berselera makan bahkan kadang menggesek-gesekan perutnya ke lantai.

Mungkin inilah gejala perkembangan hormon yang menunjukan kematangan usianya sudah pantas untuk memiliki keturunan. Namun karena penghuni lainnya belum siap untuk mengurus anak-anaknya nanti maka diputuskan dia ikut program pemerintah untuk mengendalikan populasi.

Kamis pagi dia bawa ke sebuah klinik untuk mendapatkan suntik KB.
Namun pihak klinik tidak bersedia melakukan tindakan selain dapat menyebabkan obesitas juga bisa menjadi salah satu faktor penyebab cancer begitulah sang dokter menjelaskan.

Dalam rangka mencari second opinion dia sempat dibawa dua ke klinik yang berbeda. Akan tetapi mendapatkan jawaban yang sama. Walaupun bukan jalan terbaik operasi pengangkatan rahim adalah cara tepat.

Setelah satu malam menginap di klinik dalam rangka persiapan operasi. Jum’at dia menjalani operasi pengangkatan rahim. Walaupun tanpa didampingi anggota keluarga. Operasi berjalan dengan lancar dan sukses. Dan menurut pihak klinik diizinkan pulang esok harinya.

Namun saat dijemput keesokan harinya masih terlihat darah di bekas jahitannya maka pemulihan pasca operasi diperpanjang hingga dua hari lagi.

Pukul 20.30 malam tadi dia sampai dirumah setelah 84 jam rumah itu sepi tanpa dia. Dia sangat senang berlari dengan kencang keluar-masuk rumah ,kadang meloncat keatas meja dan sofa, bertegur sapa dengan sahabatnya ikan-ikan dikolam. Agresifitasnya meningkat 18 kalilipat daripada sebelumnya. Mungkin dokter telah meresepkan obat-obat pemicu produksi hormon endrofrin agar dia bergerak terus sehingga tidak ada waktu untuk meratapi nasibnya yang malang.

Tidak terlihat kesedihan padanya seperti wanita lainnya pasca operasi pengangkatan rahim. Padahal dia belum punya anak tapi sudah tidak punya rahim. Mungkin dia tidak pernah memikirkan hidup dihari tua tanpa anak dan tanpa jaminan asuransi.

Dia Haruka,ditemukan didepan Toko sembilan bulan lalu dalam keadaan yang sangat memprihatinkan. Mungkin dia dibuang ibunya karena tidak tahan menanggung malu.

Al Albana, Pemogan Agustus 2016

Kategori Hewani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close