Kewarganegaraan atau Nasionalisme

Kewarganegaraan tak hanya secarik atau lembaran kertas berupa KTP atau Passport yang menyatakan bahwa anda adalah bagian dari keanggotaan negara tertentu. Sedangkan nasionalisme adalah pe(rasa)an yang mengikat seseorang dengan tanah kelahiran atau leluhurnya. Idealnya dua hal tersebut meski seiring-sejalan, namum dalam beberapa kasus kenyataannya tidak selalu demikian.

Para eksil Indonesia di belahan bumi Eropa adalah para nasionalis tulen, tetapi pasca peristiwa 1965 mereka dicabut paksa status kewarganegaraannya. Sebaliknya, pada kondisi tertentu banyak orang ber-KTP Indonesia, tetapi komitmen politisnya lebih mencerminkan yang bersangkutan adalah orang Turki,Prancis,Belgia,USA, Arab Saudi, Iran, Israel atau China

Kewarganegaraan hanyalah tertib adminitrasi sedangkan nasionalise adalah simpul perasaan. Namun pada akhirnya, suka atau tidak suka, kita dipaksa untuk menerima kenyataan ini: menjadi manusia saja tidak cukup. Ia harus bernama,identitas dan harus menjadi bagian dari suatu teritorial.
Inilah maksud kemerdekaan kamerad, bebas tapi terikat teritorial.

Al Albana, 22 Safar 1439

Kategori Esai, Telaah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close