Kelinci Imajinasi

Setelah gagal menjadi peternak ikan laga-laga (baca ikan cupang, versi Upin-Ipin) yang berjaya, karena dikalahkan oleh peri kehewanan yang tak tertera. Akhirnya Alwi dengan ikhlas melepaskan ikan laga-laganya di got depan rumah dengan harapan melalui got tersebut dapat mengantar ikan-ikan itu ke sungai Nil atau Amazone. Supaya ikan-ikan itu juga dapat bermain bebas seperti dia.

Enam bulan sepuluh hari selepas itu, proposal Alwi untuk menjadi Peternak Kelinci yang sebelumnya sudah mendapat ‘katabelece’ dari sang ayah . Dijawab oleh ibunya dengan membelikan dua ekor Kelinci beserta kandang.

Alwi merawatnya sangat telaten, melebihi merawat diri sendiri; pagi-sore bahkan malam Alwi membersihkan sisa-sisa kangkung di kandang, memenuhi wadah minum dengan air mineral lalu mengambil komik Naruto dan mendongengi mereka tentang kisah para Ninja dari desa Konoha di pelosok negeri Samurai.

Perubahan besar lainnya, Alwi yang sejak umur tiga tahun sudah tidak pernah mau masuk pasar tradisional dan kalaupun terpaksa ikut selalu menunggu di Parkiran, mendadak sangat senang masuk pasar dan bahkan sering mengajak ibunya ke pasar hanya untuk memilih sayur kangkung berkualitas terbaik bahkan kalau bisa yang organik sebagai pakan Kelincinya.

“Sapi wagyu diminumi sake dan dipijat agar dagingnya empuk,” kata Alwi pada ibunya “Tapi bulunya tebal sekali sehingga tidak ada otot untuk dipijat, dan kita tak mungkin mencekoki mereka dengan tuak. Haram.” Balas sang ibu.

Selesai berkata itu, Alwi mengambil komik Muhammad Alfatih dan membacakan kisahnya dengan lantang. Sambil berharap menjadikan mereka sang ‘Al fatih’ di negeri ini untuk mencaplok Malaysia Timur dan Brunei Darussalam sebagai ganti Timor Leste atau menganeksasi Australia menjadi bagian NKRI untuk jaga-jaga jika Papua Merdeka.

Setelah hampir sembilan bulan kedua Kelinci itu tak kunjung memperlihatkan tanda-tanda punya keturunan. Alwi telah mengkhatamkan dua puluh sembilan jilid Manga Naruto sehingga membuatnya hapal kata per kata.

Kedua kelinci mengisi hari-hari dengan memanjat kandang, kadang dilepaskan sebentar untuk joging dipagi atau sore hari, mencicit, tidur dan makan. kadang-kadang masuk ke dalam rumah yang membuat ibunya menjerit lalu mengambil lidi untuk mengusirnya.

Pokoknya, mereka berlaku normal, senormal kelakuan Kelinci pada umumnya. Namun, setelah sembilan bulan berlalu salah satu dari mereka tak jua kunjung bunting.

Dan misteri itu terungkap pagi ini.

Kedua Kelinci Alwi memiliki testis.

 

Al Albana,  Pemogan, 25 Zulkhaidah 1437 H.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close