Berkerumun

Karena kesendirian itu memang mengerikan. itulah sebabnya kenapa orang cenderung berkerumun atau sekurangnya ingin menjadi bagian dari kerumunan. Dan orang-orang yang takut sendirian itu terus saja mencari alasan agar bisa terus berkerumun, atau bisa jadi bagian dari kerumunan.

Dengan sedikit kesamaan, atau hal-hal yang diada-adakan agar sama, dijadikan alasan. Mulai dari motor besar buatan amerika, motor bebek ramping bikinan jepang, tas branded made in Paris, film fiksi ilmiah produksi Hollywood, bahkan icon figur buatan Amerika. Sampai ke konsep paling abstrak bernama “NKRI” yang lahir akibat perasaan senasib sepenanggungan karena penjajah Belanda.

Bagi yang sok ilmiah, kerumunan itu mereka sebut komunitas. Bagi yang keranjingan kerapian, kerumunan itu mereka sebut organisasi. Bagi yang banyak uang dan senang belanja kerumunan mereka sebut arisan. Bagi yang naluri ‘texas’ kerumanan itu meraka namai geng(boleh juga dibaca geng motor), Bagi yang haus jabatan kerumanan itu mereka namakan Partai Politik. Bagi yang berjiwa pahlawan kerumunan mereka namakan front atau forum. Bagi yang berhati pegawai kerumunan itu mereka namai negara.

Karena berkerumun cenderung menggerus keaslian diri sendiri (orisinalitas).
Lantas masih ada tempatkah untuk yang tidak bersedia kehilangan diri sendiri (orisinalitas)?

Kategori Esai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close