Olok-olok

Kyai, Habib, Syekh, Buya, Tuangku apapun sebutannya hanyalah panggilan atau sebutan untuk mereka yang ‘dianggap’ memikiki ilmu agama lebih dari pada masyarakat biasa di pusaran mereka berada. Mereka tidak harus memiliki sertifikat dari lembaga atau otoritas agar mendapat pengakuan itu. Berbeda dengan kita yang bergelar ; Sarjana, Master atau Doktor.

Lantas jika mereka tergelincir atau berbeda pandangan dan sikap dengan kita dapat dijadikan alasan pembenaran untuk menistakan mereka? .
Pantaskah kita mengolok-olok dengan sebutan yang jika itu (kalimat yang sama) keluar dari mulut Ahok membuat kita harus mengkonsumsi obat anti mual.

Lagi pula seiras dengan ucapan Imam Malik ; “siapapun dapat diterima dan ditolak ucapannya kecuali pemilik kuburan ini” ujar beliau sambil menunjuk ke arah makam Rasullulah. Meraka bukan pula untuk dibanding-bandingkan seperti Ronaldo dan Messi dalam memperebutkan gelar pemain terbaik sejagad, melainkan untuk diambil hikmah(ilmu)-nya.

Saya sedih ternyata Ahok bukan hanya politisi yang berhasil menguras emosi namum juga berhasil menularkan cara berkumunikasinya.

Kategori Telaah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close