METAMORFOSIS

Sahabat-sahabat saya yang baik hatinya di pagi yang lembab ini, diantara suara gesekan roda besi dengan rel. Perkenankanlah saya menghaturkan maaf yang setulus-tulusnya bila selama saya bergentayangan atau melata di laman facebook ini, sekiranya ada menyakiti hati dan perasaan sahabat sekalian.

Jika benar itu terjadi, maka sungguh saya telah mengkhianati khittah dan semangat jamaah fesbukiyah yang dicanangkan oleh Tuan Mark Zuckerberg selaku pendiri facebook: menyambung silaturahim dan merawat persahabatan, menemukan teman lama atau mantan serta melancarkan jual beli wabilkhusus olshop.

Diri yang dhaif dan penuh noda ini menyadari, betapa arus informasi yang masif di Facebook telah mempengaruhi pola pikir saya. Terima kasih untuk fitur memory, sehingga saya bisa memantau gradasi-gradasi pemikiran saya dari masa ke masa. karena sesungguhnya, itulah tujuan saya berfesbuk terutama saat ini. sejatinya itu untuk diri saya sendiri. saya ini pelupa, sehingga saya merasa perlu untuk menuliskan apa-apa yang saya pikirkan supaya bisa saya tengok lagi di kemudian hari. semata-mata agar saya bisa menilai, oh ini saya tahun lalu, oh ini saat saya usia sekian.

Semakin berumur, tujuan saya berfesbuk ternyata juga makin bergeser. Kalau dahulu merasa gagah jika telah mengkritisi, meskipun hanya berbagi tautan berita politik dari kanal berita yang tak jelas lalu menambahkan satu atau dua frase yang provokatif kayak pengamat politik sosial media begitu deh.

Namun setelah anak saya bisa diajak ngobrol dan berdiskusi. Saya makin bersemangat, sehingga saya sengaja merubah akun atas nama dia dan mengirimkan semua cerita-cerita dengan harapan nanti dia bisa baca dan menganalisa celotehan-celotehan dan kecacatan pandangan politik dan kesesatan pemikiran ayahnya yang galau bin gelisah karena terus-terusan memikirkan carut-marut jagad raya ini wabil khusus Nuswantara-Endhonesia.
Maka dari itu saya sangat menghindari penggunaan kata-kata tidak pantas dan kasar dalam menyampaikan pemikiran dan pandangan politik yang cacat lagi sesat ini.

Meski demikian, sebergeser-bergesernya, ada yang selalu berusaha saya jaga. Yaitu saya hanya ingin menuliskan yang baik-baik saja. tentu ini yang kemudian jadi masalah, karena standar baik itu relatif, baik menurut saya, belum tentu baik menurut orang lain. saya sudah berusaha sekuat mungkin agar standar baik dan benar menurut persfektif saya bukanlah kebenaran tunggal apalagi mutlak yang bersifat hitam-putih sehingga semua orang harus meng’amin’kanya.

Tapi terakhir, izinkanlah saya menyampaikan informasi penting dan baik. Ini info A1, february 2017, akan ada Pilkada serentak.

Namun saya tidak tahu, apakah setelah itu perdebatan siapa pilihan terbaik pandangan politik yang ‘benar’ akan berakhir. Mohon dimaafkan saya yang dungu dan bodoh ini yang bukan juga paranormal tidak bisa memprediksi.

****

Al Albana, 19 Nop 2016, Di Perjalanan Kereta Jogja-Batavia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close