KAMPANYE, TRUMP DAN IRA KOESNO

Sejauh ini Trump yang telah berhasil mendekatkan jarak antara janji kampanye dengan realisasi kebijakan setelah terpilih.

Saat dunia semakin global dengan berakhirnya perang dingin ditandai dengan rubuhnya Tembok Berlin untuk menyatukan duo Jerman, Trump malah mewujudkan janjinya saat kampanye ; membangun tembok pembatas antara America dengan Mexico disaat awal-awal masa tugasnya, walaupun sebagian rakyat Amerika menyebutnya kebijakan konyol. Dan tak kalah penting ‘Manusia singting tapi pintar’ ini berhasil memaksa semua biaya ditanggung Mexico. Meskipun tembok sepanjang 2.000 mill ini kalah panjang jika dibandingkan Tembok China, setidaknya Trump telah mencatatkan namanya di buku sejarah sejajar dengan Kaisar Shi Hung Ti untuk menghambat serangan dari bangsa Mongol.

Pada masa kampanye manusia super bigot, rasis serta Islamphobia tingkat akut ini menjajikan akan melarang imigran masuk negaranya terutama muslim dari Timur Tengah dan Afrika Utara serta akan mengidentifikasi seluruh muslim yang ada di America saat ini, juga mulai dibuktikan dengan melarang masuk pemegang passport dari tujuh negara mayoritas muslim ; Irak, Iran, Suriah, Somalia,Sudan, Libya dan Yaman. Semoga Trump tidak menambahnya lagi dan menyesali kebijakannya. Kalau tidak berarti Trump memang sedang membawa America menjadi negara tertutup seperti Kerajaan Bhutan atau Korea Utara ditengah dunia yang semakin global ini.

Dari negeri Paman Sam sebagai negara pengagas Demokrasi dan berusaha memaksakan Demokrasi untuk negara berkembang termasuk negara Islam, Uncle Trump telah mengawali ‘mendekatkan jarak antara janji saat kampanye dengan kebijakan setelah terpilih’. Semoga Politisi lain juga mengikuti terutama dinegeri ini yang tengah berlaga di Pilkada.

Monggo Mas Agus, Kokoh Ahok atau Ammi Annies dan para Paslon lainnya, jika anda terpilih 15 februari nanti silakan teladani Trump dalam mendekatkan jarak antara ‘janji kampanye dengan kebijakan setelah terpilih’.

Tapi jangan salah lho, yang perlu diteladani dari Trump; beliau telah membuktikan dengan kebijakan apa yang telah dijanjikan saat kampanye, bukan kebijakan Trump yang bigot,rasis,xenophobia dan Islomphobia yang diteladani. Meskipun secara tak sadar banyak yang mengidap kelainan jiwa seperti Trump dinegeri ini namun objeknya saja yang beda.

Jika tidak, jika janji kampanye seperti yang sudah-sudah selama ini, maka pria pemuja wanita cerdas akan berucap dengan enteng “janji kampanye hanyalah semu sedangkan senyum Ira Koesno dan Nita Thalisa nyata.

****

Al Albana, Andalas, 3 Feb ’17

Kategori Esai, Telaah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close