BACK TO PAPER :

Tapi saya tidak yakin sektarian dan fundamental yang berujung pada aksi radikal disebabkan oleh teologi. Yang ada adalah lambannya dunia literasi, sehingga tertinggal oleh dunia yang semakin cepat dan global.

Memang pada kenyataannya semenjak ditemukan internet akses untuk mendapatkan informasi semakin mudah. Namun bukan informasi memenuhi standar dan kode etik jurnalistik.

Mungkin ada ratusan atau bahkan ribuan media berbasis online hadir disaat senjakala media cetak, namum informasi yang disampai bukan produk jurnalistik sebagaian besar adalah sarana propaganda dan selebihnya opini dari yang merasa pakar yang sedang keranjingan menulis fiksi namun dikemas dalam bingkai berita (non fiksi).

Indonesia merupakan salah satu negara dengan minat baca yang sangat memprihatinkan, ditambah dengan minimnya dunia literasi. Dua hal inilah yang dimamfaatkan oleh segelintir orang untuk meraup keuntungan baik keuntungan material dari google ads ataupun keuntungan non material seperti popularitas dalam memenuhi syahwat politik sebagian elite negeri ini.

Mari merawat akal sehat agar otak tidak berkarat karena terlalu lama istirahat. Mungkin juga obat ini tidak dijamin mujarab namun ada baiknya sedikit kurangi melahap informasi dari media online apalagi media sosial. Kembalilah kepada kertas, mungkin saja aroma kertas buku dan koran adalah enzim yang dapat mempercepat pemulihan akal sehat.

Selamat menunaikan sholat jum’at

Alwi Albana, New Market 14 Jumadil Akhir 1438 H

Kategori Esai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close