MEMBERHALAKAN POLITISI

Mengenal tokoh besar hanya sekedar nama dan asal, tanpa pernah ingin tahu latar belakang, perjuangan serta pemikirannya. Politisi lebih sering dipuja daripada dicerna dan yang paling menyedihkan adalah kerap dijadikan berhala ketimbang dibaca. inilah penyebab lahirnya barisan-barisan pemuja manusia. Tokoh-tokoh yang muncul atau dimunculkan dipermukaan menjadi berhala baru untuk dipuja-puja menggantikan dewa-dewa kaum pagan.

Dan sesungguhnya walaupun bumi tak pernah berhenti berputar dan zaman terus bergerak, perkembangan sain dan teknologi terus memaksa penggunaan akal namun pemujaan terhadap berhala tidak pernah berhenti hingga nanti matahari terbit di barat.

Pada zaman dahulu berhala adalah dewa-dewa yang tidak tercerna oleh panca indera, memujanya melalui perantara berupa batu,pohon,gunung, sungai dan lain sebagainya. Maka saat ini berhala berwujud manusia yang dapat terlihat oleh mata, dapat pula terdengar suaranya serta dapat diraba. Sehingga para pemuja tidak membutuhkan perantara dalam ritual pemujaan namun hanya membutuhkan kuota di dunia maya.

Di tengah multikritis yang sedang membelit bangsa ini, salah satunya problem serius yang kita hadapi saat ini adalah semua ukuran, apakah hukum, moral, Nasionalisme atau keimanan, selalu ditempatkan di belakang pemujaan terhadap tokoh. Tokoh itu bisa bernama Basuki, Jokowi, Habib Rizieq, Prabowo, SBY,Anies atau yang lainnya. Ujungnya, kita sebenarnya tak pernah benar-benar punya ukuran yang pantas disepakati, mengenai apapun.

Jauh hari Hatta sudah mengingatkan “kita hidup di zaman kerdil, yang dihidupi oleh generasi yang biasa-biasa saja, tapi dengan pemujaan tokoh yang berlebihan”. Entah siapa tokoh yang disindir Hatta ketika itu.

Terlebih saat ini, kita tak sedang menuju kepada era agama ataupun ideologi. Semuanya telah mati, digantikan oleh era pemberhalaan tokoh.

***

Al Albana, Padang, Mei 2017

Kategori Esai, Telaah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close