Stigma

Saya menikmati ceramah-ceramah ustad Khalid Basalamah, Riza Syafik Basalamah, Badrusalam, Firanda Andirja, Subhan Bawazier dan lainnya, Ustadz yang yang mereka lebel Wahabi karena anti Bid’ah dan Inteloleran. Di lain waktu Saya memberikan nutrisi untuk otak dengan menyelami pemikiran Gus Dur, Ahmad Syafe’i Ma’arif, Quraish Shihab, Nurcholis Madjid dan Emha Ainun Nadjib dan lainnya yang mereka cap liberal.

Saya menikmati banyak ceramah para da’i dari organisasi Islam yang berbeda. Banyak sekali persamaan namun tak dapat dipungkiri ada sedikit ketidaksepakatan terutama dalam hal kontemporer. Tidak masalah jika diniatkan untuk menimba sumur ilmu pengetahuan dalam mencari perncerahan, justeru memancing kita untuk terus mencari, belajar dan berfikir. Tetapi akan menjadi masalah ketika kita menjadi hakim untuk mereka.

Orang seperti saya tidak mau terpenjara oleh stigma, terkungkung dalam cangkang organissi. Mau cingkrang berdahi hitam dan berjenggot dengan gamis dan sorban, ataupun yang klimis, pakai sarung dan peci, atau pakai jas dan dasi, Alumni Timur-Tengah dengan gelar LC oke, tamantan Prancis dan Amerika dengan gelar Doktor juga silakan. Santri pesantren tradisional juga tak masalah. Saya tidak peduli.

Mencari ilmu bukan soal setuju atau tidak. Semua diproses, direnungkan, dipikir. Dan lagi pula mereka hanya menyampaikan tanpa pernah memaksa kita untuk mengikuti pemahaman mereka. Semestinya kita juga harus sadar bahwa kita juga tidak berhak mencela mereka saat tidak sesuai dengan pemahaman kita.

Dunia yang sangat luas ini dan dunia maya yang tanpa batas, amat disayangkan jika masih tersekat-sekat oleh organisasi.

Buku Ada Pemurtaan di IAIN ditulis oleh Hartono Ahmad Jaiz, seorang tokah yang getol menolak paham liberal, buku ini membahas tentang masuknya paham liberal di IAIN yang dibawa oleh dosen dengan latar belakang pendidikan di Eropa dan Amerika sedangkan SMS Abu-Abu ditulis oleh seorang tokoh yang resah oleh gerakan Salafi di Indonesia, buku ini mencari kontradiksi fatwa sesama ulama salafi Arab Saudi antara Albani dan Syekh Bin Baz. satu buku ‘anti liberal’ sedangkan yang lain ‘antek liberal’.

****

Al Albana, Padang 29 Mei 2017

Kategori Buku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close