Perspektif

Beberapa hari yang lalu saya menerima telpon dari sahabat lama, (nggak deh sahabat sejak lama hingga saat ini dan insyaallah seterusnya) beberapa saat setelah adzan zhuhur dikumandangkan. Lalu ia bertanya “sudah sholat”, karena suara kurang jelas saya hanya mendengar kata “sholat”, ia mengulangi tapi dengan kalimat yang sedikit berbeda “masih sholat?”, ulangnya. “Masih, ini baru selesai sholat” jawabnya saya datar.

Setelah selesai menerima telpon, saya jadi kepikiran kenapa sahabat saya sedikit meragukan bahwa saya masih sholat.
Sedikit saya berprasangka dan menduga-duga (ya Allah lindungi hamba dari berburuk sangka) karena selama hiruk-pikuk panggung politik akhir tahun hinga caturwulan pertama tahun kemarin saya tidak ikut-ikutan berteriak ‘kafir’, ‘munafik’, ‘Komunis’ padahal saya juga tidak pernah berteriak ‘anti NKRI’, ‘Intoleran’, ‘anti kebhinekaan’. Saya tergencet diantara dua kubu bagi mereka penganut politik papan catur (Hitam-Putih,Benar-Salah, padahal sebagian besar berlatar belakang ilmu pasti yang pernah mendapat materi ‘Irisan’ dalam pelajaran Matematika.

Maka sebagai bentuk amalan kecil agar sahabat-sahabat tidak berdosa karena berburuk sangka kepada saya, ini bukan riya lho, saya sekali-kali postingan soal agama.

“Semua manusia akan binasa, kecuali yang mengetahui (ilmu) dan yang berimu juga akan binasa kecuali yang beramal, dan yang beramal juga akan binasa kecuali yang ikhlas. Jadi tugas utama kita adalah meluruskan niat (ikhlas), kemudian menuntut ilmu setelah itu amalkan.
Niat-ilmu-amal adalah tiga pilar diterimanya ibadah”.

Sebagai ilustrasi tambahan untuk menepis kecurigaan sahabat saya lampirkan photo.
Itukan, masih pelihara jenggot walau “maramang”, suatu saat akan saya unggah photo salah satu celana panjang yang tidak isbal (cingkrang).

Ya… elahh, jenggot… pesepakbola liga inggris yang kafir juga berjenggot, waktu lagi trend celana joger pesohor dan selebiritis juga tidak berisbal.

“Tak satupun seperti yang terlihat, dibelakang setiap sudut terdapat terdapat kejutan yang mencengangkan”,ujar Dan Brown dalam ~Deception Point~Tipu Muslihat.

****

Kategori Esai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close