Jam Antik

Tidak tahu kenapa, sejak sebulan lalu saya kangen jam meja mekanik antik warisan kakek yang menghiasi meja kamar waktu masih sekolah dua puluh tahun silam. Jam ini bergerak dengan menggunakan energi mekanik tidak seperti kebanyakan jam sekarang menggunakan batttery, sehingga setiap pagi mesti dikunci (diputar pedalnya) agar dapat berputar selama 24 jam. Aktifitas mengunci jam, saat bagun pagi sebelum beranjak ke kamar mandi, mungkin ini yang membuat saya kangen. Ada banyak hal dari masa lalu yang kita rindukan, selain keindahan dan keunikan benda itu, terkadang aktifitasnya.

Namun pada suatu hari jarumnya tidak bergerak, setelah diputar pedal bagian luarnya tetap tidak berjalan dengan normal. Akhirnya dengan semangat ‘Mac Gyver’ walaupun belum punya pengalaman sedikitpun dalam dunia mekanik, jam antik itu saya ‘pretelin’.

Setelah terbongkar sempurna, saya kaget, betapa rumitnya sistem mekanik dalam jam itu, gear-gear kecil yang saling terhubung dengan menggunakan lempengan tembaga tipis. Saya berkeringat dingin dan menyerah untuk malam itu. Dengan harapan besok akan saya ulangi lagi. Keesokan harinya sepulang sekolah saya ulangi lagi, namun jari serta pergelangan tangan yang kaku tetap tidak dapat menghubungkan gear-gear kecil itu, hingga berhari-hari sampai kira-kira dua minggu akhirnya saya menyerah. Jam antik itu saya ‘lacikan’ untuk selamanya sambil bergumam dalam hati, “saya memang tidak berbakat menjadi Tukang Insinyur”.

****

Al Albana, Padang Juli 2017

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close