Asam-garam

Dan akhirnya sampai jugalah anak saya pada pertanyaan tentang garam, namun bukan tentang kenaikan harga garam.

“Kok asam-garam kehidupan, bukan es krim-coklat kehidupan?”, tanya dia saat mengerjakan PR tentang kata kiasan pada suatu malam.

Saya diam sejenak, untuk menyusun kata-kata yang tepat untuk menjawabnya. “Hhmmm begini, sebagaimana setiap kata terbentuk, merupakan cerminan kehidupan penuturnya saat itu, begitupula terbentuknya kata kiasan, jadi pada zaman dahulu untuk mengolah masakan hampir dipastikan membutuhkan asam dan garam bukan coklat dan es krim, bahkan orang-orang zaman dahulu makan nasi lauknya cukup garam saja.

“Itu artinya orang yang sudah banyak makan asam-garam kehidupan adalah orang yang sudah tua dan banyak pengalaman hidup, tapi kita butuh garam sedikit tidak seperti beras atau minyak goreng” timpalnya.

“Ini bukan masalah banyak atau sedikit tapi ada atau tidak, itulah garam, wajib ada di dapur”, saya menjelaskan.

“Tapi kenapa garam tidak masuk dalam sembako?”, desak dia lagi.

“Yang masuk sembako kebutuhan pokok, sedangkan garam kebutuhan wajib”, jawab saya ngeles agar tidak dibahas lagi.

“Apa beda?”, tanya dia lagi.

“Kalau kebutuhan pokok dibutuhkan dalam jumlah yang besar sehingga membutuhkan uang yang banyak untuk membelinya, sedangkan kebutuhan wajib, seperti garam dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit, mungkin itu pertimbangannya sehingga garam tidak masuk sembako”, saya coba menjawab untuk memenuhi hasrat keingintahuannya.

“Tapi kenapa orang-orang pada ribut, garam mahal padahal yang kita butuhkan juga sedikit?”, balas dia lagi.

“Ahhh, sudahlah, kamu juga kalau lagi ke dapur sering nyolokin tangan ke dalam toples garam” timpal saya lagi.

“Tapi cuma sedikit menyicip garam, tapi Bunda atau Ayah selalu melarang”, jawab dia lagi.

“Jelaskan bukan masalah banyak atau sedikit, namun wajib ada dan tak boleh menyolong garam…(kamu dan Bapak pengambil kebijakan)”, balas saya mencocolkan irisan mangga muda kedalam piring kecil berisi garam.

Al Albana, Padang juli 2017

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close