NAJWA DAN MISTERI ANGKA TUJUH

Najwa Shihab salah satu nama diantara deretan anchor yang menarik perhatian pemirsa, terutama kaum Adam. Metro TV belakangan telah diganti nama oleh sebagian orang menjadi Metro Tipu memang mempunyai sederatan Anchor yang pantas membuat ibu-ibu cemburu karena suami yang biasa senang menonton bola tiba-tiba beralih menonton News (berita). sebut saja ; Meutia Hafidz, yang pernah diculik ketika meliput di Irak tempo hari, alhamdulilah selamat dan sekarang menjadi legislator. Kania Sutisnawinata, Prita Laura, Rahma Sarita, Maria Kalaij, Fessy Alwi, Chantal Dela Concentta nama terakhir sekarang terjun di dunia entertainment. Saya curiga ibu-ibu ada dibalik propaganda masif ‘Metro tipu’.

Najwa Shihab, namanya mulai melambung saat meliput Tsunami Besar di Aceh pada akhir 2004. Dan semakin melejit karena melontarkan kritik ke seorang Menteri yang konon masih pamannya sendiri. Pengamat komunikasi Effendy Ghozali memberikan apresiasi atas kritiknya dengan tagline ‘Shihab vs Shihab’ dalam penanganan bencana besar Tsunami Aceh. Kisah ini bisa saja fiksi, bisa jadi beneran. Bisa juga adalah adegan rekayasa konspirasi global bagi anda penggemar teori konspirasi.

Ia menjadi tuan rumah di Mata Najwa dengan bermacam-macam bintang tamu ; mulai dari politisi, birokrat, calon presiden, Gubernur, Walikota hingga akademisi. Selain matanya yang besar dan tajam ada hal yang membedakan ia dari anchor lain, kadang nampak ada potensi untuk ngotot tapi rupanya ia cukup bijak menata sikap. Ini yang membuat saya salut. Ia bisa mempermainkan emosi pemirsa, ia seperti aktor watak dengan pertanyaan-pertanyaannya menusuk bahkan kadang juga menggelitik tamunya. Sulit ditebak. Di penghujung acara ia selalu mengakhiri dengan kalimat penutup berirama,musti kadang agak sumbang untung terselematkan oleh backsong yang bagus.

Najwa tak pernah dengan jelas menjelaskan kepada siapa ia berpihak. Ia hanya menerangkan, bertanya, juga membiarkan publik memahami dengan sendirinya. Ia tidak berpihak. Ia mempertanyakan segala hal yang mungkin juga dipertanyakan banyak kalangan. Tentu, idealisme ini berisiko. Namun, Najwa tetap memberikan kehangatan dalam setiap panduannya.

Kemarin lini massa bersileweran berita tentang Mbak Nana,sapaan akrab Najwa Shihab bahwa Mata Najwa berhenti tayang. “Namun Agustus bukan hanya menjadi terakhir bagi Mata Najwa saja. Menjadi reporter Metro TV Agustus 2000, perjalanan saya bersama Metro TV juga akan berakhir pada bulan yang sama, ini adalah Agustus pengabisan”, bunyi cuitannya. Episode terakhir 26 Juli 2017, dengan bintang tamu Novel Baswedan-penyidik KPK yang telah mengorbankan satu matanya untuk memberantas korupsi di negeri menjadi episode terakhir setelah tayang selama 7 tahun, sekaligus mengakhiri kebersamaan Mbak Nana setelah 17 tahun bersama Metro TV.

Mata Najwa sudah berakhir tayang, bagi yang berpositif thinking dan ‘keukeh’ untuk terus menyaksikan Mata Najwa silakan berpraduga; ini hanyalah strategi marketing belaka untuk menaikan rating, silakan tunggu format dan kemasan baru dalam ‘Bukan Mata Najwa’, Mata Najwa Reborn’ dengan Mbak Nana berhijab.

Bagi kita yang sudah terbiasa dengan metoda cucoklogi dan angka(tanggal) cantik, Najwa Shihab menyisakan misteri angka tujuh; 7 tahun menjadi tuan rumah Mata Najwa, episode terakhir besoknya 27-07-2017, jumlah episode 511 (5+1+1)=7, 17 tahun bersama Metro TV, lahir tahun 1977 dan berhenti di Metro TV juga di era Presiden ke-7.

Al-Albana~bukan ahli cucoklogi

Padang, august 2017

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close