TEKNOLOGI TANPA AKAL BUDI

Sesungguhnya semua keriuhan yang tidak perlu di sekitar kita hari-hari terakhir ini disebabkan oleh kehadiran teknologi baru yang bernama internet. Kehadirannya telah mengubah hubungan-hubungan kemasyarakatan secara fundamental. Otoritas lama dijungkirbalikkan meski otoritas baru belum siap untuk menggantikan.

Sejak akses manusia terhadap informasi difasilitasi oleh internet, hierarki lama di bidang pengetahuan dibongkar tanpa membangun ulang hierarki baru. Seorang pemuda kemarin sore yang baru bisa baca alif-ba-ta-tsa bisa dengan mudah memaki ulama sepuh hanya gara-gara berbeda pandangan dalam masalah agama. Lalu seorang kelas menengah yang hanya membaca berita dari postingan sosial media dan group WA bisa dengan gagah menghujat peneliti kawakan hanya karena tidak setuju dengan pendapatnya.

Saya melihat teknologi tidak lagi hanya dijadikan instrumen bagi kehidupan manusia. Teknologi bahkan telah menjadi bingkai kehidupan itu sendiri. Teknologi menciptakan manusia, bukan sebaliknya.

Di sini berlaku hukum Malthus dalam versi lain: teknologi berkembang sesuai deret ukur, sementara akal budi manusia berjalan lambat seperti deret hitung.
Industri pertelivisian sedikit banyak menyumbang kegaduhan dan pembodohan karena hanya menjual sensasi bukan substansi. Berulang-ulang, Bolak balik yang ditampilkan hanya debat saling serang moral bukan substansi,kencang gaung namun miskin esensi.

Sejak menjamurnya ustad selebritis televisi, rakyat diracuni oleh hal ihwal yang sebenarnya nggak penting dan tak perlu muncul ke publik. Fatalnya lagi, oleh televisi ustad-ustad tersebut dipromosikan sebagai panduan bagi segala persoalan di negeri ini. Maka tiap persoalan yang terjadi di negeri ini, mereka harus dimintai komentar. Padahal mereka hanya cocok buat gemes-gemesan ibu-ibu muda yang sedang keranjingan (sampul) agama. Dengan menjadikan mereka (ibu-ibu majelis taklim) sebagai pemandu sorak untuk psikolog atau motivator keluarga yang menyaru jadi ustadz.

****

Kategori Telaah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close