Pesantren dan Literasi

Ditengah semakin merosotnya minat baca generasi muda, ditenggarai salah satu penyebab adalah Smartphone android yang dapat mereka gunakan untuk bermain pelbagai macam game yang melenakan sehingga mengalihkan mereka dari membaca.

Namun hal serupa mungkin tidak terjadi bagi generasi muda yang mendapat pendidikan di pesantren. Jebolan pesantren akan tetap menjadi kelompok masyarakat dengan tradisi membaca buku yang kuat. Hal ini disebabkan selama nyantri mereka dilarang bawa gadget,ini akan menjadi faktor penting mereka suka membaca dan menyukai buku.
Apalagi kegiatan di waktu senggang selain membaca buku?

Selain itu kultur komunal (bukan komunis lo) kehidupan dalam lingkungan pesantren akan membuat mereka terbiasa ngobrol di manapun juga ada kesempatan. Dan ngobrol adalah hiburan yang penting dan utama. Rasanya jarang sekali ketemu orang pesantren yang hidup individual.

Jebolan pesantren sebagian besar lebih mandiri dibanding sekolah umum dalam hal keterampilan dasar. Sudah terbiasa memasak,mencuci sendiri. Mereka lebih siap hidup di berbaur dengan masyarakat. Selainnya itu mereka sudah dilatih menyampaikan pendapat di depan publik, lomba pidato dalam berbagai bahasa misalnya.

Selain karena kedalaman ilmu syariah faktor-faktor inilah yang membuat saya lebih percaya pendidikan pesantren daripada sekolah umum.

 

Padang, 19 Safar 1439

Kategori Esai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close