Kucing Malang

Sesaat akan berangkat pagi tadi saya menemukan anak Kucing ini di halaman. Kucing kecil dengan bulu putih dalam kondisi yang sangat memprihatinkan ; warna bulu yang sangat lusuh, mata yang hampir tidak bisa terbuka, tubuh yang sangat kurus dan ringkih. Mungkin akibat hujan yang turun deras semalam.

Awalnya saya menduga kucing kecil itu sudah mati, namun setelah didekati masih bergerak, saya terhenyuh melihatnya ; ingin memelihara atau sekedar membesarkannya beberapa waktu hingga ia mampu hidup mandiri saat dibuang ke pasar sehingga mampu ‘main kucing-kucingan’ dengan penjual ikan. Namun karena anak saya takut dengan Kucing dan di rumah memang tak pernah ada Kucing saya membatalkan lalu mengambil sepotong ikan dan memberikannya. Sambil berharap besok dia datang lagi saat lapar dan tidak membuat masalah dengan meninggalkan kotoran dan kencing.
Saya memang bukan penyayang binatang tapi saya mudah luruh melihat penderitaan makhluk hidup. Saya akan memberikan semangkok susu kalau nanti atau besok bertemu dia lagi.

Saya ingat di Bali ada seorang WNA Japan yang sudah bermukim lama di sana. Beliau seorang dokter dan pemilik klinik hewan. Ia akan menerima setiap ada orang yang mengantarkan Kucing terlantar kepadanya dan juga akan memungut dan memelihara setiap menemukan Kucing yang terlantar di jalanan. Meskipun saya masih ingat alamat kliniknya rasanya tak mungkin mem’paket’kan kucing kecil ini. Dan bisa di pastikan pula jika saya antarkan ke Dinas Sosial atau Balai Konservasi Satwa juga tidak akan menerima Kucing ini. Dunia memang dipenuhi oleh ketidakadilan bukan hanya bagi manusia apalagi bagi hewan juga pilih kasih. Seandainya ini seekor Tapir atau Orang Hutan tanpa saya antarkan pun pastilah petugas Balai Konservasi Satwa akan datang untuk menjemput agar dapat dirawat mereka.

Sembari memperhatikan ia makan ikan saya berfikir bahwa ada binatang yang tak dapat hidup mandiri di alam bebas tanpa bantuan manusia. Saya fikir selama ini keberadaan manusia hanya mengganggu kestabilan ekosistim dan makhluk yang ada di dalamnya. Perhatikanlah betapa banyaknya binatang yang punah atau setidaknya langka akibat perburuan manusia.

****

Al-Albana, Andalas, Jum’ah 04 Rabiul Awal 1439

Kategori Hewani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close