Harus Berani Menjadi Taubater Agar Menemukan Jalan Pulang

Sebulan setelah resign meninggalkan pekerjaan sebagai ‘sekrup kecil’ dari kapal besar yang orang menyebutnya Kapitalis, saya membaca buku pertama Mas Saptuari Sugiarto yang berjudul Kembali Ke Titik Nol. Kesaksian para mantan Pemakan Riba -seperti saya yang ditulis dibuku itu turut serta membangun percaya diri menatap langkah selanjutnya menjemput rezeki halal.

Keputusan sulit-sempat tertunda selama 2 tahun yang baru saya ambil semakin mantap dan mbulat. Tak pernah terpikir untuk menarik langkah mundur kebelakang meskipun ada embel syariah. Selain masih diperdebatkan mengenai ‘ke-syariah-an Bank Syariah yang ada saat ini ditambah lagi efek traumatik bekerja pada Kapitalis membuat saya semakin mantap untuk menempuh jalan sepi dan berat. Berkerja untuk diri sendiri.

Begitu pula Insomania yang telah 2 tahun berhibernasi dalam tubuh juga menghilang bersamaan saat saya meninggalkan riba.

Ternyata Buku Kembali Ke Titik Nol juga mengoda hati isteri saya untuk membacanya. Jarang dia tertarik pada buku yang saya baca karena selera kami dalam hal bacaan memang berbeda, kecuali memang buku-buku yang sedang booming seperti Ayat-Ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih karya Habiburahman El Sharazy. Tulisan Andrea Hirata ; Laskar Pelangi, Maryamah Karvov. Terakhir Trilogi Alif Fikri ; Negeri Lima Menara, Ranah Tiga Warna dan Rantau Satu Muara.

Dia (isteri saya) sangat senang setelah membaca buku itu. Saking senangnya dengan antusias dipinjamkan buku itu kepada teman-temannya. Buku itu perpindah tangan dari seorang mama ke mama lainnya. Sampai akhirnya buku itu tidak kembali lagi. Tapi dalam hal ini tak apalah. Semoga setelah membaca buku itu ada yang tergugah hatinya untuk meninggalkan riba.

“Ayah, pesan lagi dong buku di Jogis Store karya Saptuari Sugiharto”, ujarnya pada suatu siang beberapa minggu lalu.

“Judulnya apa?”, balas saya.

“Browsing ajalah, apa saja terserah”, tanggapnya.

Saya pikir lucu juga seseorang ingin membeli buku tidak masalah dengan topik, apalagi judulnya. Yang penting penulisnya Saptuari. Hebat bangat Saptuari guman saya dalam hati, sampil ngaca. Kalau Christian Sugiono yang nulis ibu-ibu antusias beli bukunya saya maklum.

“Ok, nanti order”, balas saya sambil mengutak-atik gawai.

Sebagai suami yang ingin baik tentu saja kesempatan ini tidak saya sia-siakan. Isteri minta satu saya order dua sekalian. Terlepas dari pertimbangan dibaliknya-order satu buku dengan berat 200 gram akan tetap dikenakan biaya kirim seberat 1 kg.

Setelah berbalas What App dengan admin Jogis Store dan berdiskusi dengan yang punya ‘kandak‘ serta pertimbangan buku yang sedang promosi. Saya putuskan order dua buku dengan judul ; (1) Berani Jadi Taubater dan (2) Mencari Jalan Pulang.

Setelah menempuh perjalan jauh dari Jogja-Padang yang konon berjarak lebih dari 1800 Km. Pasti juga merasakan amukan siklon cempaka saat mengudara akhirnya dengan penampilan yang utuh tak terlihat kucel dan dekil sedikitpun kedua buku ini mendarat dengan mulus di Polamas Padang.

****

Al Albana. Andalas 18 Rabiul Awal 1439

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close