ROBOHNYA SEKOLAH KAMI

Bahwa Emak-emak jaman now memang sudah memahami pentingnya literasi bagi perkembangan anak-anak mereka dalam menghadapi tantangan jaman. Mereka rela membeli pelbagai macam buku bahkan ensiklopedia seharga ratusan ribu bahkan jutaan untuk anak-anak mereka. Apalagi jika dijajakan pada arisan ibu-ibu dengan pembayaran secara cicilan. Sulit berkata tidak.

Tapi sayang mereka (emak-emak jaman now) merasa cukup membekali pengetahuan mereka sendiri dengan mengikuti fanspage para selebook seperti ; Tere Liye, Jonru (sori kepencet), Denny Siregar, Lambe Turah, Umi Pipik, Oki Setiana Dewi dan Ustadz dan Ustadzah Seleb lainnya.

Bagaimana tidak?, beberapa hari yang lalu, seorang ibu Berpendidikan S-2, berprofesi sebagai pengajar yang mencerdaskan generasi muda menyebarkan tautan dari status facebook seperti ini.

Facebook sudah seperti sebuah negara bebas tanpa aturan warganya melebihi penduduk Amerika, apalagi Indonesia. Sosial media Milik Mark Zuckberger-seorang Yahudi Amerika ini tidak berlebihan jika disebut sebagai planet karena penghuninya menebus seluruh sekat dan dinding pembatas baik itu agama, suku, ras, bahasa,budaya, selera musik, cita rasa kuliner apalagi cuma pilihan politik. Ya sama seperti sebuah dunia namun maya.

Tiba-tiba ada sebuah status facebook seperti dibawah ini yang tak pernah dimuat oleh media besar (mainstreem) baik cetak maupun elektonik. Tak pernah menjadi perbincangan hangat para praktisi media. Lalu anda membagikannya. Dalam hal ini saya berasumsi anda percaya karena telah menyebarkan berita tersebut.

Jauh hari A.A. Navis menulis Robohnya Surau Kami karena risau menyaksikan orang-orang sholeh secara individu namun abai terhadap masalah sosial. Namun hari ini kebalikannya orang-orang sibuk mengurusi orang lain baik itu urusan agama maupun pilihan politik. Sibuk ‘mempintarkan dan mensholehkan’ orang lain namun abai terhadap diri sendiri.
Celakanya hal-hal seperti ini (menyebarkan berita palsu) mereka yang berpendidikan formal yang cukup (Sarjana bahkan ada yang bergelar Doktor). Lain halnya jika yang menyebarkan hoax adalah mereka yang tidak mendapat pendidikan secara memadai. Seperti remaja miskin yang terpaksa putus sekolah di pemukiman kumuh kota-kota besar yang semakin terdesak oleh derap pembangunan atau kaum rural yang lahan mereka dirampas oleh korporat besar sementara anak-anak mereka tak tersentuh akses pendidikan.

****

Al Albana, Andalas, 06 Rabiul Akhir 1439

Kategori Esai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close