Riwayat Kucing ; Mu’izza dan Jubah Rasul yang Terpotong

Barangkali sudah sering kita mendengar tentang binatang kesayangan Rasullulah yaitu Kucing. Namun kisah ini tak ditemukan riwayatnya dalam hadits. Beredar sebagai kisah turun temurun.
Dikisahkan bahwa Rasul yang mulia sangat menyayangi kucing. Beliau konon punya seekor kucing kesayangan bernama Mu’izza. Suatu ketika Rasul hendak berangkat shalat dan beliau menemukan Mu’izza–Kucing Rasullulah tertidur beralaskan jubahnya (sebagian kisah menyebutkan sajadah). Tak ingin mengganggu tidur Mu’izza, Rasulullah memotong sebagian jubahnya. Mu’izza tetap terlelap, dan Rasul berangkat ke mesjid dengan jubah yang terpotong. Sepulangnya Rasul dari mesjid, Mu’izza sudah terbangun dan menyambut beliau di depan pintu, mengeong dan membungkukkan badannya berkali-kali seperti memberi hormat dan mengucapkan terima kasih.

Di kisah yang lain (ini juga bukan hadits–saya tak ingin dituduh sebagai penyebar hadist palsu) Rasul sering memangku Mu’izza saat memberi ceramah di dalam rumahnya.

Di luar kisah-kisah sumir itu, sejumlah riwayat memang menjelaskan betapa Kucing memiliki tempat yang cukup terhormat dalam khazanah Islam. Berbeda dengan Anjing meskipun Al Qur’an menceritakan tentang tujuh pemuda dengan seekor Anjing tertidur dalam sebuah Goa selama 300 tahun pada surat Al Kahfi.

Seorang sahabat Rasululullah, ‘Abdurrahman bin Shakhr ad Dausi, diriwayatkan sebagai seorang penyayang kucing yang terinspirasi oleh Rasulullah. Saking sayangnya ia pada kucing, Abdurrahman bahkan digelari Abu Hurairah atau Bapak Para Kucing. Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu adalah salah satu sahabat Rasulullah yang paling banyak meriwayatkan hadits.

Saya tidak terlalu paham soal kucing, tapi dari berbagai literatur bahwa kucing tiga warna ini lahir karena kelainan kromosom. Dan biasanya kucing tiga warna (calico) jantan tidak akan pernah bertahan lama. Dia akan dibunuh oleh induknya sendiri. Sadis.
Kenapa bisa begitu, karena induk kucing punya insting bahwa anaknya tidak akan berumur panjang dan akan hidup dengan kecacatan akibat ekspresi gen. Kelainan kromosom ini disebut Klinefelter Syndrome yang menyebab organ tidak tumbuh matang serta infertilitas.

Sedangkan cerita lisan waktu kecil yang pernah saya dengar bahwa anak kucing tiga warna tidak akan pernah besar atau tidak akan pernah selamat hingga dewasa karena sejak kelahiran sudah diincar nyawanya oleh Kucing Jantan. Konon jika selamat akan menjadi raja kucing. Mirip kisah Bayi Musa As versus Fir’au.

Membunuh adalah cara si induk untuk menyelamatkan anaknya dari penderitaan. Namun keganjilan ini belakangan juga ditiru oleh manusia yang tidak punya insting seperti hewan atau tidak pula punya ilmu laduni seperti Nabi Khaidir–yang mematahkan leher seorang bocah dalam perjalanan bersama musa. Dengan alasan tak ingin hidup anaknya tersesat atau menderita di dunia mereka membunuh anak-anak lalu dilanjutkan bunuh diri.

****

Al Albana, Andalaa 18 Rabiul Akhir 1439

Kategori Hewani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close