Upaya Mendamaikan Perseteruan Fans Fanatik ; Mulai Dari Jokowi-Prabowo Hingga Via Vallen-Nella Kharisma

Selama ini pertentangan antara Jokower dan Prabower telah merampas akal sehat. Belum terlihat tanda-tanda akan mereda, tahu-tahu sudah datang lagi perdebatan baru antara Vyanisti Vs Nella Lover. Sayup-sayup dari kejauhan di benua biru sana, perdebatan siapa yang yang lebih hebat di lapangan hijau antata Messi atau CR-7 menambah beban berat linimasa media sosial.

Perdebatan soal siapa yang lebih pantas di antara Jokowi dan Prabowo dalam memimpin negeri ini sampai sekarang belum menemukan ujungnya. Baik Cebongers maupun Kamvreters sama-sama bersikeras atas idolanya masing-masing. Jika dibiarkan, perseteruan kedua kubu tersebut dapat menimbulkan resistensi yang mengkhawatirkan.

Sebenarnya, soal siapa yang terbaik di antara Jokowi dan Prabowo, tak jauh beda dengan pertanyaan siapa yang terbaik antara Via Vallen dan Nella Kharisma? Hanya akan berakhir beberapa saat sebelum Malaikat Isrofil meniup Terompet Sangkakala. Ketika orang-orang panik berlarian setelah melihat Matahari terbit di barat. kedua kubu penggemar tidak akan menemukan titik temu.

Sebagai penganut ‘mahzab tengah–orang yang tidak memihak, bukan termasuk Cebongers ataupun Kamvreters, saya merasa terpanggil untuk menengahi perseteruan tersebut. Dalam agama, perdebatan soal perbedaan, tak boleh dilihat dari aspek perbedaannya, tapi harus dilihat dari titik temu antar keduanya.

Sebenarnya, jika kita menyimak secara seksama dan dengan tempo yang sebenar-benarnya antara Jokowi dan Prabowo ada kesamaan yang sangat dekat. Sebelas-dua belas anak-anak jaman now menyebutnya. Mari kita cermati satu-persatu ;

1. Baik Jokowi maupun Prabowo, sama-sama pernah menjadi Calon Presiden pada Pilpres 2014 lalu, bahkan mungkin juga akan sama-sama menjadi Calon Presiden pada Pilres 2019 mendatang. Beda sedikit Jokowi baru sekali lansung menang sedangkan Probowo sudah dua kali kalah. Semoga yang ketiga berhasil. Agar enak endingnya untuk dicatat dalam sejarah.

2. Baik Jokowi maupun Prabowo, sama beretnis Jawa dan dengan nama Jawa pula yang boros huruf ‘O’ ; Joko Widodo-Prabowo Subianto. Selisih cuma satu. Jokowi dengan empat ‘O’ sedangkan Prabowo cukup tiga ‘O’ saja. Karena ibunya berasal dari Manado.

3. Baik Jokowi maupun Prabowo sama-sama laki-laki. Sedikit berbeda Jokowi, pria beristeri sedangkan Probowo pernah beristeri.

4. Baik Jokowi maupun Prabowo, sama-sama Muslim. Bedanya Jokowi dituduh non muslim sedangkan Prabowo punya adik non muslim.

5. Baik Jokowi maupun Prabowo, sama-sama terkait dengan isu Prahara 1965. Bedanya Jokowi dituduh turunan PKI, sedangkan mertua Prabowo–Pak Harto dituduh dalang pada pembantaian massal terhadap pengikut PKI dan yang dituduh sebagai PKI pasca peristiwa 30 September 65.

6. Baik Jokowi maupun Prabowo sama-sama tertulis H diawal nama mereka. Sebagian orang bilang H pada nama Jokowi adalah singkatan dari Hubertus sedangkan H untuk nama Prabowo singkatan dari gelar Haji.

7. Baik Jokowi maupun Prabowo sama-sama terkait isu LGBT. Kebijakan Jokowi dituduh pro LGBT sedangkan anak tunggal Prabowo disinyalir sebagai LGBT.

8. Baik Jokowi maupun Prabowo, nama mereka selalu dihubungkan dengan isu-isu politik Islam. Jokowi dituduh anti Islam sedangkan Prabowo dicitrakan sebagai antitesis Jokowi. Prabowo disimbolkan sebagai pembela Islam.

Saya paham jika banyak orang yang membenci Jokowi karena kebijakannya sering bertentangan dengan keinginan umat. Ekonomi semakin terpuruk, harga-harga melambung tinggi, subsidi ditarik. Wajar jika sebagian orang benci Jokowi. Yang membuat saya gagal paham adalah sosok Prabowo dijadikan antitesis Jokowi–sebagai pembela Islam. Padahal belum ada ucapan dan sikap Prabowo yang mengindikasikan bahwa beliau Pro terhadap Politik Islam. Selain hal-hal normatif seperti politisi lain, yaitu berkunjung ke Pesantren-Pesantren dan sowan kepada Kyai. Apalagi Pro Khalifah dan Indonesia Syariah.

Mudah-mudahan Prabowo yang tawadu’ dan tidak riya dalam beribadah sekali-kali bersedia menjadi Imam Sholat Subuh berjamaah di Istiqlal sebelum memulai aksi damai. Atau selfie sedang sholat tahajud dan baca Qur’an.

Sudah, terlalu panjang saya mecari tentang persamaan antara Jokowi dan Probowo sepanjang perseteruan fans fanatik mereka. Sekarang mari kita kaji persamaan Via Vallen dan Nella Kharisma.

Setelah saya kaji secara mendalam, dengan google dengan kata kunci ‘koplo’ setidaknya ada tiga titik temu di antara Via dan Nella.

1. Dari judul lagu yang dinyanyikan. Baik Via maupun hampir dapat dipastikan jika keduanya membawakan judul lagu yang sama. Apa yang dinyanyikan oleh Via, hampir pasti juga akan dinyanyikan oleh Nella. Misalkan lagu koplo paling hits sejagad yaitu Sayang dan Jaran Goyang dari penelusuran saya di youtobe ada versi Via dan ada juga versi Nella. Jika Via dan Nella saja akur dalam memilih judul lagu, maka buat apa pengagumnya berseteru?

2. Sama-sama cantik. Banyak yang bilang jika cantik itu relatif. Betul. Tapi untuk dan Nella, beda. Para ahli kecantikan dunia sudah mengakui jika keduanya mempunyai kecantikan yang mempesona. Jika kecantikan Via menenggelamkan, maka kecantikan Nella menghanyutkan. Ketahuilah bahwa antara menenggelamkan dan menghanyutkan, meski secara pengucapan berbeda, tapi mempunyai substansi yang sama.

3. Sama-sama dari Jawa Timur. Buat apa berdebat mana yang paling hebat, jika pada akhirnya Via dan Nella berasal dari daerah yang sama. Perbedaan paras wajah, nama, dan karakter suara, akhirnya bertemu di titik ini: sama-sama berasal dari satu Provinsi.

4. Sama-sama akan diseret dari panggung ke panggung seantero wilayah Jawa Timur oleh Tim Pemenangan Gus Ipul-Puti untuk berkampanye.

5. Sama-sama perempuan. Akur sajalah dalam agar memenuhi 30% keterwakilan perempuan dalam dunia perkoploan.

Bagaimanapun antara Jokowi dan Prabowo berbeda. Jokowi mewakili pengagum selera slege’an, ndeso, katro dan plaga’-plogo sekaligus rock and roll dari kaum sudra dan sahaya sedangkan Prabowo mewakili pengagum selera ganteng, gagah, berkharisma, berwibawa dan terpandang mewakili pengagum kaum Bourjois dan priyayi.

Sedangkan antara Via dan Nella. Via mewakili penikmat suara dalam serak-serak menenggelamkan, sedang Nella mewakili penikmat suara centil menghanyutkan. Masing-masing dari dari penggemar Via dan Nella mempunyai ciri khas yang sama-sama baik.

Satu hal yang tak dimiliki oleh Jokowi-Prabowo tapi ada pada Via-Nella yaitu suara. Ini bisa menyatukan jutaan rakyat berjoget di bawah panggung apapun agama, keyakinan, dan pilihan politik apalagi pilihan tim sepak bola.

****

Al Albana, Andalas, 06 Jumadil Ula 1439

Kategori Esai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close