Tentang Duo Fahri

Sejak masa kampanye Pilpres 2014 hingga malam tadi saya tak pernah lagi menonton ILC yang di pandu Karni Ilyas di TV One. Hingga malam tadi, jempol saya terhenti saat Bang Karni menyerahkan mic kepada Fahri untuk menanggapi prahara La Nyala vs Prabowo.

Saya terkesima oleh paparan Fahri secara gamblang menjelaskan pendanaan partai dalam ajang Pilkada. Singkatnya tidak ada calon yang benar-benar suci tanpa ‘mahar’ dalam mendapatkan rekomendasi Partai untuk maju pada Pilkada. “Jangan ada Partai berkampanye moral dengan berlagak sok suci”, pungkasnya.

Keterpukauan saya tak berlansung lama, karena tersadarkan bahwa ia sudah dipecat dari partai . Seandainya ia masih diakui di partai, bisa dipastikan ia akan bicara seperti Andre Rosiande.

Oaalah Fahri saya tak jadi terpukau. Karena saya sudah terlanjur terpukau kepada Fahri yang lain. Tokoh rekaan Kang Abik-Fahri Abdullah. Pada Ayat-Ayat Cinta (I), ia membuat para tokoh-tokoh perempuan dalam film itu bergelimpangan tak berdaya ketika ia memutuskan menikasi Aisyah. Sedangkan dalam Ayat-Ayat Cinta 2, ia memperkenalkan nilai-nilai humanisme dalam islam pada saat sebagian masyarakat Eropa terjangkiti Islam-Phobia. Bagi saya Fahri Abdullah lebih keren. Sama seperti yang tengah dilakukan oleh Imam Syamsi Ali di Amerika saat ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close