Saya Dan Radio

“Ayah, kok belum jadi juga beli radio?”, tanya anak saya pada suatu sore.

“Belum ketemu yang sesuai keinginan” jawan saya.

“Maksudnya, radio yang bagua tapi harganya murah, begitu kan kebiasaan ayah kalau beli sesuatu”

“Ya, salah satunya begitu, tapi ada hal lain yang tak kalah penting yaitu radio klasik”, terang saya lagi.

“Ada, banyak di Lazada radio jadul” balasnya.

“Banyak sih, banyak, tapi belum ada yang sesuai fiturnya”, sanggah saya

“Aalah, radio jadul aja, pakai fitur, emangnya radio seperti apa yang ayah mau?”, balasnya

“Radio klasik manual, bodinya dari papan, tapi support USB”, terang saya

“Mana ada radio klasik yang bisa USB, sampai jenggot ubanan juga tak bakalan ada, kalau kalau radio jadul ya jadul aja, tak usah pakai USB”, ledeknya

“Tapi kan saya yang mau beli, suka-suka saya dong, kalau saya mau radio yang bisa menangkap gelombang Alien juga tak mengapa” bela saya.

Manusia terkadang sering berlaku ambigu, satu sisi ingin mendapatkan segala kemudahan dengan memamfaatkan kemajuan teknologi. Namun terkadang enggan memenggal bagian dari masa lalu.

Kategori Esai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close