Elfonso dan Secangkir Minuman Kekinian

Pada suatu siang yang terik menjelang ashar, Elfonso melewati deretan pertokoan. Kebetulan salah satu toko ramai sekali oleh remaja puteri dengan seragam putih abu-abu. “Ada apa ini?”, pikir Elfonso. “Kecelakaan barangkali” ujarnya dalam hati.

Naluri jurnalis menuntun Elfonso untuk berhenti untuk mengetahui gerangan apa yang terjadi. Tak seorang pun yang berada di areal itu memperlihatkan wajah sedih. Malah mereka ngobrol dan diikuti suara cekikan.

Ternya anak putih abu-abu yang tengah antri untuk mendapatkan se-cup minuman buble kekinian. Elfonso tidak bisa membaca nama brand yang tertulis di sekat kaca outlet minuman itu karena tertutup oleh punggung remaja puteri yang berisiknya melebihi suara kucing lagi berebut tulang.

Sudah terlanjur berhenti namun tidak ada kejadian luar biasa. “Tapi tak apalah, sekalian melepaskan rasa haus dan mencicipi minuman kekinian itu” batin Elfonso. Maka ia pun ikut antri.

Ditengah antrian yang panjang di kerumunan putih abu-abu Elfonso terseret pada kenagan puluhan tahun lalu ketika mengunakan seragam yang sama.

Elfonso kaget, ketika pelayan cowok yang pakai topi lancip dengan bagian atas terbuka seperti topi pesilat, berucap “Mbak Manis!” kepada Gadis putih abu-abu dengan frame kacamata pink yang antri percis di depan Elfonso.

Jantung Elfonso dag-dig-dug seperti saat lomba Cerdas Cermat SD dulu . Dengan pura-pura merasa sedang kebelet Elfonso keluar dari antrian dan dengan senyum tipis, “silakan” ujarnya kepada gadis yang berada dibelakangnya untuk maju.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close