ALAN TOURING, APEL & LGBT

Siapakah Alan Turing?
Apa hubungan dengan LGBT dan Apel?!

Di tengah berkecamuk Perang Dunia II, Inggris dan sekutunya pernah terselamatkan oleh seorang pria aneh_Alan Touring dari ancaman pasukan NAZI.Jerman yang digdaya membuat Inggris kalang kabut dengan serbuan yang tak tertahankan. Rencana penyerangan serdadu Jerman tak terpecahkan para ahli telik sandi, juga mata-mata yang menyaru. Ribuan sandi palsu bertebaran dan mengecoh.

Dalam perang yang berkecamuk membara dan tak menentu itulah, Alan Turing datang bak malaikat. Ia seorang ahli matematika yang direkrut militer Inggris untuk memecahkan kode sandi yang setiap hari dikirim Jerman melalui alat pengacak bernama Enigma. Sandi itu berupa perintah penempatan pasukan serta formasi kapal-kapal perang Jerman.

Berkejaran dengan waktu, dengan pertaruhan kehormatan dan keselamatan negerinya, Alan Turing berhasil memecahkan sandi Enigma dengan penemuan yang sungguh jauh melampaui zamannya: mesin pemecah sandi otomatis bernama Colossus.

Tak berlebihan kiranya para sejarawan menyebut, temuan jenius Alan Turing mengakhiri Perang Dunia II tiga tahun lebih cepat dari yang seharusnya. Dan lebih dari itu, Alan Turing menyelamatkan jutaan manusia.

Tapi Alan Turing tak serta-merta jadi pahlawan. Ia tak menuai puja-puji, tak dielu-elukan kerajaan. Karena Ia seorang gay, pelaku homoseksual.

Yang terjadi kemudian, Alan Turing adalah pelaku kejahatan. Di Kerajaan Inggris zaman itu, gay adalah tindakan kejahatan. Ia ditangkap dan menjalani pengadilan pada 31 Maret 1952 setelah polisi menemukan bukti hubungannya yang intim dengan seorang remaja dari kota Manchester. Di kursi terdakwa, Alan Turing tak membela diri dan hanya menyatakan ke semua orang bahwa dirinya tak bersalah. Hukum yang berlaku menawarkan dua pilihan: masuk penjara atau mengkonsumsi penambah hormon oestrogen untuk menekan hasrat seksual. Dan Turing memilih yang kedua.

Pagi hari 8 Juni 1954, pembersih rumahnya menemukan sang jenius terkapar tak bernyawa di kamar tidur. Ia sendirian. Di sisi ranjangnya, sebuah apel dengan setengah bekas gigitan masih tergeletak – apel yang telah diolesi racun sianida oleh Turing sendiri. Buah apel Alan Turing ini konon menjadi asal muasal lambang logo komputer Apple: buah apel dengan bekas gigitan.

Alan meninggal di usia 41 tahun. Baru 60 tahun kemudian, Inggris memulihkan namanya. Ratu Elizabeth II memaafkannya saat kerajaan itu telah ramah terhadap para pelaku LGBT. Inggris kemudian menempatkan Alan Turing sebagai pahlawan Perang Dunia II.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close