Kritik Atau Ujaran Kebencian

Perang Hunain berakhir menyisakan rampasan perang yang berlimpah. Beberapa pemuka Quraisy seperti Abu Syufyan bin Harb, Hakim bin Hizam dan Shafwan bin Umayyah yang baru masuk islam menjelang Fatthul Makkah mendapatkan pembagian jauh lebih banyak dari Kaum Ansar yang telah lama menerima Islam dan ikut berjuang mendakwahkan Islam bersama Rasulullah. Tujuan Rasulullah memberi lebih kepada mereka ini agar memperkuat keyakinan mereka yang baru masuk Islam dan semoga mereka sebagai pemuka masing-masing kabilah agar dapat mengajak kaumnya menerima Islam.

Berlaku adilah wahai Muhammmad, sesengguhnya engkau tidak berlaku adil”

Wahai rasulullah terjadi gejolak pada kaum Ansar terkait ghanimah kepada kaummu sendiri dan menyerahkan bagian yang amat besar kepada kabilah Quraisy, sementara kaum ansar tidak mendapatkan apapun

.

Kedua petisi diatas yang ditujukan kepada Rasulullah usai Perang Hunain untuk menuntut pembagian harta rampasan perang.

Kalimat pertama diucapkan oleh Dzul Khuwaisurah At Tamini, sedangkan kalimat kedua diungkapkan oleh Saad bin Ubadarah-perwakilan kaum Ansar yang merasa kurang puas atas pembagian harta rampasan Perang Hunain.

Kedua kalimat sama-sama ditujukan kepada Rasullullah. Dengan maksud yang sama yaitu menuntut keadillan. Serta disampaikan dalam situasi dan kondisi yang sama yakni pasca perang Hunain dengan harta rampasan perang yang berlimpah.

Petisi pertama yang disampaikan oleh Dzul Khuwaisirah ditanggapi oleh nabi dengan ucapan “celakalah engkai, siapakah yang akan berbuat adil, jika aku sendiri tidak berbuat adil. Sungguh aku akan celaka dan merugi jika tidak berlaku adil”

Sedangkan dalam menanggapi Saad nabi berucap “tidak senangkah kalian jika mereka pulang ke rumah mereka membawa harta rampasan perang, sedangkan kalian membawa Rasulullah ke rumah kalian. Andaikan kaum Ansar melewati lembah atau lereng, maka aku akan melewati lembah atau lereng yang dilewati kaum Ansar”

Dengan penjelasan ini, puas dan lega hati Saad dan sahabat Kaum Ansar yang tadinya sempat kecewa atas kebijakan Rasulullah atas pembagian ghaamimah.

Berbeda dengan Dzul Khuwaisirah, ia memillih diksi ‘berlaku adilah’. Diksi ini mensyiratkan bahwa nabi telah berlaku tidak adil. Ini kalimat menyerang dengan tuduhan Rasulullah telah menzolimi mereka dengan berbuat tidak adil. Kalimat ini bukan ungkapan kegelisahan untuk menyelesaikan permasalahan tapi letupan amarah dan kebencian.

Nubuat lanjutan Rasulullah atas kelancangan Dzul Khuwaisirah, bahwa dari dirinya muncul golongan pembuat fitnah dalam Islam yang dikenal dengan kelompok Khawarij.

Maksud dan tujuan yang sama yaitu menuntut keadilan. Disampaikan pada situasi dan kondisi yang sama yakni pasca perang hunain. Akan menjadi berbeda maknanya hanya karena pemilihan kata-kata yang berbeda pula.

****

Al Albana, Andalas, 15 Jumadil Akhir. 1439

Kategori Historia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close