Membentengi Umat Dari Kesesatan Ala Inyiak Doktor

Dalam Buku Ayahku H.Abdul Karim Amarullah (HAKA). Biografi Inyiak Doktor alias Haji Rasul yang ditulis oleh anaknya sendiri-Buya Hamka. Diawali tentang nasab keluarga Hamka hingga kakek lima tinggkat diatasnya yaitu tokoh ulama Paderi yang bernama Muhammad Arif yang lebih dikenal dengan Tuangku Pariaman, setelah berusia lanjut dan menghasilkan banyak ulama beliau dipanggil juga dengan sebutan Syekh Tuangku Nan Tuo.

Selanjutnya polemik antara Ulama ‘Kaum Mudo’ yang progresif dan revolusioner menuntut pembersihan ajaran Islam dari tahayul, bid’ah dan khurafat. Mereka ini baru pulang menuntut ilmu dari Mekkah pada Ahmad Khatib al Minagkabauwi dikomandoi oleh HAKA, berhadapan dengan Ulama ‘Kaum Tuo’ yang jumud dan taklid buta. Sempat diceritakan sedikit perbedaan pemahaman antara HAKA dengan Ayahnya sendiri-Muhammad Amrullah alias Tuangku Kisai’ yang merupakan ulama besar pemimpin Tharikat Nasabandiyah di Minangkabau. Kisahnya seperti hubungan Rasulullah dengan Abu Thalib. Meski berbeda pandangan dengan Ayahnya-Tuangku Kisa’i namun HAKA tetap menghormati Ayahnya dan menjaga kebiwaan beliau. Begitu pula sebaliknya, meski sempat berharap banyak kepada HAKA untuk meneruskan kepemimpinan beliau, namun harapan itu sirna ketika sekembali dari Makkah HAKA banyak berselisih termasuk dalam hal Tarikat Nasabandiyah dengan Ayahnya. Namun Tuangku Kisa’i tetap membanggakan puteranya.

Disinggung pula tentang awal masuknya Ahmadiyah dan Komunis di Minangkabau Minangkabau pada awal 1930-an. Komunis dibawa Ranah Minang oleh murid kesayangan Haji Rasul yaitu H. Datuak Batuah, beliau merupakan murid kesayangan HAKA yang alim dan luas pemahaman agamanya ketika belajar di Thawalib Sumatera. H. Datuak Batuah melawat ke Jawa dan berkenalan dengan pentolan komunis seperti H. Misbach, yang baru keluar dari penjara. Setelah didoktrin bajwa ajaran Islam sejalan dengan paham komunis dalam hal pengentasan kemiskinan, lalu ia pulang membawa paham Komunis. Ketika H. Datuak Batuah tertangkap oleh Belanda diketahui oleh HAKA. “Sudah tertangkap H. Datuak Batuah, sayang dia alim benar, terbenam saja ilmunya. Waang (engkau) jangan masuk Komunis pula” ujarnya menasehati anaknya Hamka.

Bahwasaya ada beberapa sahabat Buya Hamka, tentunya juga murid HAKA yang pernah belajar mengaji di Sumatera Thawalib Padang Panjang yang melanjutkan menuntut ilmu sampai ke Qadian (India) sekembalinya menyebarkan ajaran Ahmadiyah di Alam Minagkabau.

Seperti Zaini Dahlan beliau suka sekali berdebat bahkan senang kali diejek dan dimaki oleh karena kesesatan pemahamannya. Akan senang hati dan berterima kasih kepada yang mencela pengajiannya. Propaganda seperti ini telah dipelajari sejak dari Qadian. Baginya tidak henti-henti perdebatan memperbincangkan kesesatan pemahaman mereka adalah sarana propaganda gratis. Selesai suatu pertemuan lalu orang-orang menyoraki dia, maka akan ada orang lain yang tertarik. Bukan karena kejernihan pemahaman yang mereka usung, bukan pula lawan yang mendebat mereka akan tetapi orang-orang awam yang berada diluar perdebatan yang bersimpatik atas dan ketenangan dan kesabarannya dalam menghadapi cemooh dan caci maki.

Langkah yang dipilih Inyiak Doktor dalaam menghadang Ahmadiyah bukanlah dengan bersorak-sorai, ejek-ejekan seperti yang mereka inginkan melainkan meramaikan surau dengan pengajian yang Haq, memperkuat aqidah umat. Jika masyarakat sudah paham ajaran Islam mereka akan terbentengi dari kesesatan Ahmadiyah.

Hari ini juga sama-sama kita saksikan hal yang serupa. Orang atau kelompok yang ‘sesat’ tiap hari dicaci-maki, diperbincangkan tak henti-henti dengan tujuan agar orang awam tidak tersesat oleh mereka justeru semakin mendapat simpatik dan pembelaan atas kesabaran mereka menghadapinya bukan pula dari pembencinya tapi dari mereka yang tak terlibat dalam pusaran perdebatan.

Maka dari itu, saya tidak terlalu tertarik memviralkan segala sesuatu yang tidak disuka atau tidak sepaham. Alih-alih hanya menjadi propaga gratis bagi mereka.

****

Al Albana, 16 Jumadil Awal 1439

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close