Syekh Burhanuddin ; Penyebar Agama (Islam) Ulakan atau Penyebar Islam di Minangkabau

Ulakan salah satu Nagari yang berada di jalur ini. Syekh Burhanuddin (1646-1704) diyakini sebagai pembawa ajaran Islam pertama kali ke Minangkabau berasal dari sini. Setiap bulan safar makamnya ramai dikunjungi oleh peziarah yang berasal dari seluruh pelosok Alam Minangkabau.

Dari dulu saya sedikit ragu dengan hal ini (benarkah Syekh Burhanuddin pembawa ajaran Islam pertama di Minangkabau). Pertama gerakan pembaharuan Islam terjadi di ‘darek’ (dataran tinggi) bukan pesisir pantai (Ulakan- Pariaman). Baik itu kaum Paderi yang dipimpin Tuangku Nan Renceh, kemudian diteruskan oleh Tuangku Imam Bonjol maupun gerakan Pembaharuan yang diusung oleh Murid-Murid Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabauwy dengan sebutan ‘Ulama Kaum Mudo’ bergerak di Padang Panjang bukan di Pariaman. Sehingga Padang Panjang diberi julukan Serambi Makkah.

Dari tahun lahirnya Syekh Burhanuddin (1646) penghujung abad ke-17. Dugaan saya Islam telah masuk ke Minangkabau jauh sebelum beliau dilahirkan. Islam sudah masuk ke Jawa pada abad ke-14. Sedangkan letak Sumatera yang posisi lebih barat tentu lebih dahulu mestinya dilewati Islam daripada Jawa.

Hamka membantah teori Snouck Horgranje yang mengatakan islam masuk Nusantara dibawa oleh Saudagar Gujarat-India Selatan pada abad ke-14. Menurut Hamka Islam sudah masuk nusantara pada abad penghujung abad pertama hijriah atau pada abad ke-10 masehi disiarkab oleh pendakwah dari negeri Arab bukan Saudagar Gujarat seperti pendapat Snouck Horgranje.

Dari buku Islam dan Adat Minangkabau karya Hamka dijelaskan bahwa pada awal abad ke-16 Raja Malewar dari Minangkabau berangkat ke Negeri Sembilan menyebarkan Islam. Pada awal abad ke-17, tiga orang pahlawan agama dari Minangkabau telah berangkat ke Tanah Makassar untuk menyebarkan Islam ; Datu Ri Bandang berhasil mengajak Raja Goa masuk Islam, Datu Patimang juga berhasil mengislamkan Raja Bone, sedangkan Datu Ri Tiro berhasil pula mengajak Raja Wajo untuk memeluk Islam. Raja-Raja dan rakyat di Tanah Makassar memeluk Islam melalui Ulama dari Minangkabau. Dari sini dapatlah disimpulkan Islam sudah masuk Alam Minangkabau sebelum abad ke-17.

Adapun mengenai Syekh Burhanuddin, masih dari buku karya Hamka ini. Pada masa itu Pariaman ada dibawah kendali Aceh. Dua faham keagamaan yang bertentangan pada masa itu juga saling berebut pengaruh di Aceh dan meluas hingga Minangkabau terutama di Pariaman. Wihdatussuyuhud yang diusung oleh Syekh Abdur Rauf dan Nuruddin Ar Raniri, sebagaimana pemahaman ahlusunnah waljamaah mengatakan bahwa alam bekas kuasa tuhan. Sedangkan faham Hamzah Fansuri–Mistukus-Sufi yang dijuluki Jalalludin Rumi dari Melayu atau Syekh Siti Jenar dari Melayu–dan Syamsuddin As Samatrani yang berpaham Wihdatul Wujud beri’tikad bahwa alam adalah sebagian daripada tuhan, laksana buih di lautanbagian dari ombak.

Syekh Abdur Rauh mengirim muridnya, Syekh Burhanuddin ke Ulakan- Pariaman, karena mendengar murid-murid Hamzah Fansuri telah masuk ke Minangkabau dan memilih Cangkiang sebagai pusat penyebarannya.

Cangkiang adalah Minangkabau ‘Darek’ tentu saja paham Hamzah Fansuri lebih cepat menyebar dan diterima daripada Faham Ar Raniri. Pertama karena Wihdatul Wujud lebih dekat dengan ajaran Budha bahwa dalam diri kita sendiri ada tuhan. Kedua paham ini tidak terlalu berat dalam syariat. Belakangan faham Wihdatul Wujud yang diusung oleh Murid Hamzah Fansuri berhasil dilibas oleh faham Widdatussyuhud yang dikembangkan oleh Syekh Burhannudin. Sudah menjadi kelaziman sejarah dicatat oleh pemenang. Agama (Islam) Ulakan mengalahkan oleh Agama Cangkiang. Dengan kesimpulan Islam berasal dari Ulakan dibawa oleh Syekh Burhanuddin. Besar kemungkinan
Syekh Burhanuddin bisa jadi adalah pembaharu jilid I yang berhasil membersihkan Tarikat Wihdatul Wujud (Agama Cangkiang) dari Alam Minangkabau dengan Tarikat Widdatussujud (sesuai Ahlu Sunnah) yang bergerak dari Pariaman, sebelum Kaum Paderi dan Kaum Mudo. Maka dengan demikian Syekh Burhanuddin adalah Tokoh yang membawa ajaran Islam (yang benar) pertama kali ke Alam Minangkabau.

://alwialbana.wordpress.com/2018/03/19/agama-islam-cangkiang-atau-ulakan/

****

Al Albana, 02 Rajab 1439

Satu tanggapan untuk “Syekh Burhanuddin ; Penyebar Agama (Islam) Ulakan atau Penyebar Islam di Minangkabau

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close