Ahmadiyah di Minangkabau

Di Kota Padang, yang hampir 80% persen masjid dengan Jamaah Muhammadiyah terdapat sebuah Masjid Jamaah Ahmadiyah. Masjid Mubarok . Berlokasi di Jl. H. Agus Salim, Percis di seberang BCA cabang Sawahan. Dulu ketika masih kuliah saya, pernah ingin mencoba sholat di Masjid itu. Kebetulan saya sering berkunjung ke rumah paman yang tidak jauh dari lokasi Masjid. Namun selalu dilarang oleh Paman, “Masjid Ahmadiyah aliran sesat”, jawabnya.

Sebagian besar jamaah berasal dari Kerinci dan daerah Jambi. Sedikit sekali Jamaah yang berasal dari kota Padang bahkan warga sekitar tidak ada yang menjadi Jamaah Masjid tersebut. Begitu informasi dari paman saya. Walaupun begitu juga tidak pernah terjadi konflik dengan warga sekitar atau warga kota Padang.

Bahkan pada saat terjadi konflik antara sebagian umat Islam dengan Jamaah Ahmadiyah di berbagai daerah seperti di Bangkalan, Tasikmalaya dan Parung-Bogor yang marak sejak pasca reformasi. Namun sepengetahuan saya Jamaah Ahmadiyah di Kota Padang tetap nyaman tak pernah diganggu, kecuali riak kecil yaitu penurunan plang Jamaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) pada 2008 silam. Tidak seperti daerah lain seperti yang diberitakan oleh media masa. Meski tidak terlihat pula hubungan baik namun juga tidak terlihat pula hubungan yang buruk.

Awal masuk Ahmadiyah ke Minangkabau

Ahmadiyah masuk Minangkabau melalui tiga serangkai ; Zaini Dahlan, Abu Bakar Ayub dan Ahmad Nuruddin. Awalnya Atas anjuran dua ulama besar dari Minangkabau Zainuddin Labai El Yunusyiyah dan Syekh Ibrahim Musa Parabek, Abu Bakar Ayyub dan Ahmad Nuruddin, dua anak muda dari Perguruan Tinggi Sumatra Thawalib, pergi menuntut ilmu ke India pada 1922.

Mereka menuju kota Lucknow, India, dan bertemu dengan ulama bernama Abdul Bari Al-Anshari. Di sana mereka juga berjumpa dengan Zaini Dahlan yang menyusul dari Padang Panjang. Dari kota itu mereka kemudian lanjut ke Lahore dan berkenalan dengan ajaran Ahmadiyah aliran Lahore.

Perjalanan ketiga orang itu dilanjutkan ke Qadian. Setelah bertemu Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad, putra Mirza Ghulam Ahmad, mereka pun masuk Madrasah Ahmadiyah, kemudian Jamiah Ahmadiyah, dan akhirnya menjadi Jemaat Ahmadiyah.

Pada 1924, mahasiswa Indonesia yang tinggal di Qadian meningkat berkat informasi dari ketiga anak muda yang belajar di kota tersebut. Pada tahun itu, sebanyak 19 orang mahasiswa asal Indonesia meminta Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad sebagai Khalifah ke-2 untuk berkunjung ke Indonesia.

Sang Khalifah ke-2 pun mengutus Maulana Rahmat Ali ke Indonesia menyebarkan ajaran Ahmadiyah, khususnya di Sumatra dan Jawa. Pada 1925, Maulana Rahmat Ali berlayar ke Indonesia melalui Penang, Medan, dan Sabang. Maulana Rahmat Ali mendapat kesulitan di Sabang dan sempat ditahan selama 15 hari oleh polisi kolonial. Kapal yang ia tumpangi akhirnya mendarat di Tapaktuan kota kecil di pesisir barat Aceh.

Ketika Maulana Rahmat Ali tiba di pantai Tapaktuan, beliau disambut ratusan penduduk yang menunggu kedatangan utusan Imam Mahdi. Selaku juru bahasa Arab adalah pemuda Abdul Wahid. Walaupun Rahmat Ali belum menguasai bahasa dan adat istiadat setempat, namun berkat sifat ramah-tamah, mudah bergaul dengan setiap orang, di samping berilmu, pandai bersenda gurau, sifat pemberani, beliau mudah diterima orang.

Selanjutnya Maulana Rahmat meninggalkan Tapaktuan lalu menyusuri pesisir pantai barat sumatera hingga sampailah di Padang. Dan tinggal di rumah Daud Bangso Diradjo. Sebagai seorang Ahmadi beliau menyebarkan paham Ahmadiyah hingga Bukittinggi, Padang Panjang dan Tanah Datar. Dalam kegiatan pertablighan, Maulana Rahmat Ali dibantu oleh Haji Mahmud, yang ketika itu baru saja menyelesaikan studinya dan kembali dari Qadian. Pada bulan Juni 1926, seorang pemuda bernama Marzuki Abdur Rauf bai’at setelah berdiskusi beberapa hari dengan Maulana Rahmat Ali. Beliau ini di kemudian hari begitu gigihnya menyebarkan dakwah Ahmadiyah di ranah minang, layaknya pedang terhunus bagi para penentang Ahmadiyah di sana.

***

Al Albana, Andalas, Rajab 1439

Kategori Historia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close