Ambisi

Saat muda dulu saya punya sejuta ambisi duniawi : rumah indah dengan desain interior yang artistik, tentang mobil mewah, tentang villa nan sejuk dan asri jauh dari keramaian, tentang travelling ke berbagai destinasi wisata dunia, bahkan tentang sebuah pesawat pribadi nan elegan.

Tapi kata orang bijak itu bukan konsumsi ambisi sebelum umur 40-an. Saya pun setuju.

Kini usia saya telah 40-an. Namun ambisi tentang duniawi telah menguap digerus usia. Jika dulu ambisi “ingin punya” sekarang berganti “ingin bisa”. Ingin bisa Bahasa Arab, ingin bisa berkebun, ingin bisa beternak, ingin bisa memasak, ingin bisa seperti Mc Giver dengannya saya bisa membuat reban ayam, rak buku, mobil-mobilan, memperbaiki peralatan dan perlengkapan rumah yang rusak, bahkan ingin bisa memasak dan menjahit.

Tapi khayalan tentang tinggal di pegunungan dengan udara sejuk, jauh dari keramaian dengan sebuah perpustakaan, rak kayu yang sudah reot menahan beban buku. Dengan halaman yang luas dipenuhi oleh aneka sayuran, buah-buahan, kolam ikan, kandang ayam dan bebek serta sebuah sungai kecil dibelakang rumah masih sering hadir dalam ingatan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close