Ketakutan Masa Kecil dan Surah-Surah Tentang Hari Kiamat

Dear Alwi

Dulu semasa kecil saya memiliki imajinasi liar dan aneh. Pernah suatu kali mendengar Khotbah Jum’at menjelang Idul Adha tentang ketaatan Nabi Ibrahim dalam mematuhi perintah Allah untuk menyembelih puteranya satu-satunya, Nabi Ismail. Bayangan penyembelihan itu membuat saya ketakutan luar biasa. Menghantui dalam jangka waktu yang lama. Begitulah kadang-kadang orang dewasa menyampaikan tafsir kitab suci tanpa pertimbangan usia jamaah.

Pernah juga Ustaz membahas surah-surah tentang hari kiamat seperti Al Qori’ah, Al Zalzalah, Al Waqiah dan lainnya. “Pada hari itu gunung-gunung adalah seperti bulu-bulu yang dihambur-hamburkan” (Al Qoriah 5) atau “apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dasyatbya” (Al Wadiah 4). Ayat-ayat itu menusuk ke alam bawah sadar saya membuat saya gelisah dan takut kiamat akan datang.

Waktu itu usia saya sekitar 8 tahunan, seusiamu saat ini. Banyak berita sumir tentang hari kiamat yang kami dengarkan ketika itu, salah satunya : saat kiamat datang tanaman kencur akan tercabut dari tanah oleh angin kencang. Akibatnya setiap angin bertiup kencang yang biasaya disertai hujan, mata saya selalu tertuju pada tanaman kencur yang ditanan di halaman. Saya ketakutan setiap angin kencang. Bukan takut akibat pohon kelapa di sekeliling rumah tumbang dan menimpa rumah, tapi takut tanaman kencur tercabut lalu kiamat datang. Biasanya setelah hujan turun deras angin akan mereda itulah sebabnya saya menyukai hujan karena menghilangkan kegelisahan setelah perasaan takut akibat angin kencang.

Untung saja dulu ketika mengaji di surau dulu, juz amma yang kami gunakan tidak ada terjemahannya. Andai saja seperti yang kamu miliki saat ini–Al Qur’an dan Juz Amma–mungkin saya ketakutan setelah membaca artinya. Sebab itu pula anak-anak hanya dianjurkan menghafal Al Qur’an saja tanpa disuruh memahami arti apalagi tafsir.

Hampir sepanjang masa kecil saya diliputi oleh rasa takut. Takut kepada hantu seperti yang kamu alami sekarang adalah hal yang wajar bagi setiap anak, baik zaman dahulu maupun jaman now. Namun salah satu ketakutan terbesar saya adalah bahwa dunia ini akan segera kiamat. Saya selalu mengira langit akan runtuh menimpa kepala. Saya berpikir tak lama lagi gunung-gunung akan lepas dari pasaknya, beterbangan bertabrakan, dan kita semua akan berhamburan seperti bulu-bulu, kita terseret banjir besar seperti banjir pada zaman Nabi Nuh. Saya lebih takut lagi kalau angin kencang pada hari jum’at karena menurut cerita Ustaz kiamat akan jatuh pada hari jum’at.

Dulu, setiap kali ada berita bencana alam di koran atau televisi, saya menggigil tak karuan. Saya ingat dulu ada banjir bandang (galodo) di Padang Panjang pada 1987, dan saya memikirkannya berminggu-minggu. Itu karena saya pernah membaca bahwa salah satu tanda-tanda kiamat adalah sering terjadi bencana alam. Bayangkan jika bencana alam pada masa itu seintensif sekarang, yang hampir setiap hari terjadi bencana alam dari seluruh penjuru dunia. Apalagi jika saat itu lalu lintas informasi seperti saat ini, dengan orang-orang yang suka menakut-nakuti bisa-bisa saya tak berhenti murung sepanjang masa.

Ketakutan tentang hari kiamat terus mengikuti hingga beranjak akil balig. Apalagi saya bukan seorang santri yang bisa bertanya kepada Ustaz dan mendapatkan penjelasan dengan bahasa dan cara yang dapat dipahami anak kecil. Adapun jawaban yang saya dapatkan dari orang-orang dewasa saat itu tidak banyak mengurangi ketakutan itu.

Saya tidak tahu percis kapan rasa takut berlebihan kepada kiamat itu hilang. Rasanya seiring dengan hilangnya rasa takut kepada hantu. Bahkan ketika kelas 2 SLTP, diantara teman sebaya saya yang paling pemberani terhadap hal-hal yang berhubungan dengan hantu. Ketika malam melintasi rumah tua yang dipenuhi semak-belukar karena sudah lama ditinggalkan pemiliknya, saya bisa berjalan dengan santai sedangkan teman-teman berlari sekencang-kencangnya, bahkan ada terjatuh saking kencang larinya di malam gelap tanpa penerangan akibat ketakutan.

Setelah remaja saya banyak membaca buku-buku Islam. Selain buku-buku Sejarah Islam, saya juga pernah membaca buku Dialog Dengan Jin Muslim yang ditulis oleh Muhammad Isa Daud. Banyak membantu saya mengenali alam jin, yang waktu kecil sering kita sebut hantu. Sebagai sesuatu yang menakutkan lagi mengerikan. Dibuku ini dijelaskan tentang alam jin. Sehingga setelah mengetahuinya hilanglah rasa takut selama ini.

Begitulah nak, ketidaktahuan akan menghadirkan rasa takut. Seorang yang tidak tahu akan ketakutan mendengar desingan suara dari rumpun bambu, dia pikir suara hantu, atau suara Harimau yang akan menerkamnya. Padahal jika dia tahu suara itu dihasilkan oleh gesekan antar bambu akibat tertiup angin. Dan banyak hal lainnya yang kita takutkan, padahal jika kita mengetahuinya, kita akan mentertawakan diri sendiri. Seperti Raider–seekor anjing pintar dalam serial Kartun Paw Patrol yang dapat membuktikan secara empiris segala hal yang menakutkan bagi mereka.

Maka dari itu mendung ketidaktahuan harus diterangi dengan cahaya ilmu, untuk mengusir ketakutan. Banyak cara untuk memperoleh ilmu (pengetahuan) salah satunya dengan membaca. Lanjutnya bertanya lalu berdiskusi.

—-

Pernah suatu sore sepupumu-Kak Suci pulang ke rumah dengan wajah cemas dan ketakutan akibat diceritakan oleh guru mengajinya tentang hari kiamat. Kala itu usianya baru 5 tahun. Saya dapat merasakan kecemasan yang dirasakannya, karena pernah mengalami hal serupa.

Setelah mengusap kepalanya lalu saya pangku. “Uci takut hari kiamat?” tanya saya mengawali percakapan. “Iya Ciak, takut sekali” jawabnya. Kiamat itu pasti datang, tapi tak seorangpun yang tahu kapan tiba waktunya, termasuk nabi”. Ia masih cemas dan penasaran menunggu penjelasan selanjutnya.

“Tapi yang Aciak pahami, itu masih lama. Dunia baru kiamat kalau tidak ada lagi orang yang shalat, tidak ada lagi orang yang adzan, tidak ada lagi orang belajar Al qur’an, Surau tidak dikunjungi lagi. Semua orang jahat, tidak ada lagi orang yang berbuat baik, singkatnya pada saat kiamat tidak ada lagi orang baik, yang merasakan dahsyatnya kiamat adalah orang jahat.

Wajahmu mulai tenang lagi.

“Intinya, kiamat baru terjadi kalau Allah sudah ‘merasa‘ tidak ada gunanya lagi dunia ini dipertahankan.”

Saya agak bingung sebenarnya menjelaskan kata ‘merasa‘. Bahwa ‘merasa’ yang kita pahami, tidak sempurna menggambarkan kondisi ketuhanan yang dimaksud. Tuhan tidak ‘merasa’ seperti kita ‘merasa’, hanya saja kosa kata kita terbatas. Seperti ketika menyebut “jodoh di tangan Tuhan”, “tangan” di situ bukan seperti tangan fisik yang kita pahami. Konon, Ebiet G. Ade dulu pernah dianggap menghina Tuhan ketika ia menulis “mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita” di lagu “Berita Kepada Kawan”. Tuhan tidak mungkin bosan, kata pengkritiknya.
Untuk pengertian itu, saya sepakat. Sekiranya Tuhan memutuskan untuk membuat dunia ini kiamat, itu bukan karena Ia putus asa dan kecewa berat kepada manusia. Bukankah itu (kecewa dan putus asa) mustahil karena Allah maha mampu untuk segalanya.

Saya rasa tidak hanya dalam menonton televisi anak kita butuh pendamping, bahkan dalam belajar Agama; ceramah agama atau khotbah jum’at mereka juga perlu dampingi. Pernah suatu kali khotbah jum’at, khotib menyampaikan tentang mereka yang dibolehkan untuk tidak berpuasa di bulan Ramadhan, salah satunya wanita sedang haid dan nifas, kamu lalu bertanya kala itu, saya hanya memberi isyarat dengan jati dibibir sebagai tanda menyuruhmu diam. Dalam perjalanan pulang kamu tanyakan lagi. Saya kesulitan menjelaskan dengan bahasa yang tepat kepadamu. “Nanti ya, mungkin bunda lebih tepat untuk menjelaskan” jawab saya. Maka dari itulah saya semakin giat belajar agar dapat menjelaskan hal-hal yang belum tuntas dijelaskan oleh gurunya di sekolah maupun di masjid.

****

Al Albana, Andalas 11 Rajab 1439

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close