Perihal Calon Jamaah Umbroh Yang Gagal Berangkat ke Baitullah

Bisa jadi niat pemilik Biro Perjalanan Umbroh itu tidak bermaksud menipu, walaupun faktanya banyak calon jamaah yang tidak diberangkatkan. Sementara uang calon yang telah disetorkan tidak dikembalikan. Celakanya lagi sebagian agen memamfaatkan uang setoran itu untuk berfoya-foya. Larut dalam gaya hidup hedonisme.

Tidak semua pemilik Biro Perjalanan Umbroh berperilaku seperti itu. Hal lain yang manjadi faktor penyebab calon jamaah gagal diberangkatkan adalah merosotnya harga minyak dunia mengakibatkan Kerajaan mengurangi subsidi. Kebijakan ini mengakibatkan biaya akomodasi di Saudi menjadi melonjak naik. Sedangkan di sini biro perjalanan berlomba-lomba menurunkan biaya demi memenangkan persaiagan sesama biro. Dampaknya seperti yang kita saksikan saat ini ; calon jamaah gagal diberangkatkan, sebagian hanya berumbroh hanya sampai Medan, Jakarta, Kualalumpur. Ada pula yang berangkat dari Padang tapi pulangnya ditelantarkan di Kualalumpur.

Sekali lagi mereka (pemilik Biro Perjalanan) tidak satupun yang berniat menipu, walaupun faktanya begitu. Mereka hanya kurang jujur dalam menyampaikan kelemahan sistim yang dijalankan. Dalam jual beli ada disebut ghahar. Ujungnya bisa berakibat penipuan. Begitu pulalah yang dijalankan oleh sebagian biro perjalanan. Sederhananya adalah ketidakjelasan. Ada yang disembunyikan oleh salah satu pihak yang bertransaksi. Tidak dijelaskan kelemahan, bahaya dan resiko. Dalam Islam jual beli yang mengandung resiko dilarang.

Dalam kasus ini, biro perjalanan menginvestasikan (memutar) uang yang telah disetorkan calon jamaah kepada bisnis lain yang dijalankan oleh pemilik. Seperi restauran, fashion, rental dan lain sebagainya. Jika bisnis ini gagal, kolaps besar kemungkinan calon jamaah batal diberangkatkan alias ditelantarkan.

Yang lebih parah lagi ada pula biro perjalan yang menggunakan sistim ponzi, seperti yang biasa digunakan oleh MLM dan Investasi Bodong. Nyawa bisnis ini adalah investasi massa. Subsidi silang. Yang mendaftar belakangan pada prinsipnya mensubsidi yang pendaftar yang terdahulu. Begitu seterusnya. Semakin banyak calon jamaah yang mendaftar semakin panjang umur biro perjalanan yang menjalankan sistim seperti ini. Karena yang dipermainkan adalah tempo. Maka dari itulah biro perjalan seperti ini berani memberi fee dalam nominal yang besar bagi calo (agent) yang membawa calon jamaah, bahkan bagi yang berhasil membawa 10 calon jamaah diberikan satu tiket umbroh gratis.

Biro perjalanan dengan sistim ponzi ini akan bermasalah saat calon jamaah mulai berkurang bisa akibat semakin ketatnya persaingan usaha atau hal-hal yang menyebabkan berkurangnya kepercayaan publik akibat testimoni dari jamaah yang telah diberangkatkan.

Makanya tak perlu kaget, justeru biro perjalan yang besarlah yang sering bermasalah. Seperti kita tidak heran ketika arisan berantai atau investasi bodong tiba-tiba dibekukan izin dan pemiliknya kabur, padahal tetangga, teman, teman lama sekolah dulu tiba-tiba sok akrab lalu nyiyir menawarkan kita untuk ikut investasi, sudah mendapatkan berbagai bonus mobil, tiket liburan. Begitulah sistim ponzi yang di atas makan yang di bawah. Yang duluan menikmati yang belakangan gigit jari.

Begitulah jika Biro Perjalanan Umbroh hanya berorientasi kepada profit semata tanpa sedikitpun tersisa niat menjadikan usaha sebagai ladang amal dengan mempermudah perjalanan Jamaah ke Baitullah.

****

Al Albana, Andalas, 16 Rajab 1439

Kategori Esai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close