Menungu adalah Strategi, Wakil Adalah Koentji

Prabowo tidak ragu, untuk maju sebagai Capres. Beliau yakin, bahkan sangat yakin. Baik menang maupun kalah, jika Prabowo harus maju. Ini penting. Terkait dengan suara Gerindra di Parlemen (memangnya ada dagangan Gerindra selain ‘Gerindra Menang Prabowo jadi Presiden’). Yang terjadi sesungguhnya sepasang mata elang Prabowo sedang menatap tajam ke bukit batu cadas yang akan ditempuhnya . Menunggu, mengamati calon pendamping Jokowi. Serta menunggu pergerakan PAN, PKB dan Demokrat kemana suara partai-partai ini akan berlabuh?, ke kubu Jokowi?, ke Prabowo? atau membentuk koalisi sendiri.

Kubu Jokowi pun tidak mau gegabah, dengan tergesa-gesa mengumumkan calon wakil presiden. Mereka menunggu calon wakil presiden yang mendapampingi Prabowo. Dalam hal ini sudah sama-sama tahu dan sulit untuk terpancing. Kecuali akar rumput yang sudah tidak sabaran.

Poros PAN, PKB dan Demokrat pun sesungguhnya tahu bahwa kedua kubu sedang menunggu pergerakan mereka. Untuk membentuk poros baru kurang percaya diri untuk mengusung Capres dan Cawapres. Gentar menghadapi popularitas Jokowi maupun Prabowo.

Besar kemungkinan keadaan akan stagnan hingga detik-detik penutupan pendaftaran. Kedua kubu dan Poros tengah (PAN, PKB, Demokrat) sama-sama saling menunggu. Makin cepat kartu panas (calon wakil presiden) dibuka makin mudah tim lawan menentukan strategi yang paling tepat. Karena pada Pilpres mendatang wakil adalah ‘koentji’. Siapa yang bergerak duluan ia akan celaka dan binasa, kecuali gerak tipu.

Kategori Esai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close