Tentang Peringatan As Syura dan Idul Ghadir

Hari As syura pertama kali diperingati pada masa khalifah Al Muthi Lillah. Khalifah ke 23 Dinasti Abbasiah. Khalifah Al Muthi naik tahta pada 334 H, mengantikan sepupunya Al Mustakfi yang diturunkan. Selama 29 tahun berkuasa, beliau hanyalah simbol. Kekuasaannya dilucuti, ia hanya memegang stempel dan menandatanagi surat-surat resmi. sedangkan kekuasaan sepenuhnya di tangan Amir al Umara; Mu’iz ad Dawlah, seorang Bani Buhaihi-pengikut Syiah. Bahkan gajinya ditetapkan oleh Mu’iz ad Dawlah sebesar 100 dinar setiap bulan. Angka yang sangat kecil untuk seorang khalifah di masa itu. Inilah kekhalifahan Sunni namun rasa Syiah.

Mu’iz ad Dawlah yang pertama kali memerintahkan untuk menutup semua toko, memerintahkan perempuan keluar rumah dengan rambut kusut sebagai tanda berduka atas terbunuhnya Sayiddina Husein di Karbala.

Tidak cukup hanya sampai di situ, bahkan pada tahun yang sama, pada 12 Dzulhijah pada tahun yang sama Muiz ad Dawlah menyelenggarakan Ghaidir Kum (Idul Ghadir) dengan menabuh gendang. Menurut kepercayaan Syiah Idul Ghadir dipercaya bahwa Nabi Muhammad telah menunjuk Sayiddina Ali sebagai pemimpin umat Islam.

Kategori Esai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close