Rocky Gerung Ujian Untuk Kubu Oposisi

Saya rasa inilah saat untuk menguji konsistensi kelompok oposisi yang bereaksi cepat untuk puisi Sukmawati dan Ganjar. Lalu bagaimana terhadap Rocky Gerung? Seperti yang kita ketahui, saat ini Rocky berada dalam kubu oposisi (sebagian besar adalah kelompok Islamis) sedang beroposisi terhadap pemerintah.

Hal inilah yang akan menjawab apakah kepentingan politik menunggangi agama atau kepentingan agama diperjuangkan melalui politik. Jika kelompok oposisi (Islamis) membiarkan Rocky karena dia oposan, maka bisa katakan bahwa agama telah diperalat untuk kepentingan politik. Namun jika kelompok Islamis melaporkan Rocky, maka harus kita akui bahwa memang mereka pejuang agama yang sejati.

Saya tahu nama Rocky Gerung sejak kampanye Pilkada Jakarta. Ia berada pada tim pemenangan AHY. Karena beliau tidak terlalu aktif di facebook, saya follow Twiternya–media sosial yang beberapa bulan yang lalu saya uninstall karena platform tidak sesuai selera saya.

Rocky Gerung seorang filsuf dan dosen filsafat UI. Seorang Liberal tulen, tentu jauh berbeda dengan orang-orang Islam Phobia yang berselimut liberal. Logika berfikirnya jernih, argumen yang dibangunnya kuat tentu saja karena dia seorang filsuf yang sudah terlatih berfikir radikal. Beliau bisa menyampaikan filsafat yang berat dengan cara yang ringan dan santai. Saya menikmati kicauannya di twiter karena berbeda dengan oposan yang lain. Saya rasa kualitasnya sebagai oposan melampaui Fadli Zon dan jauh di atas Fahri Hamzah, setara dengan 2000 Jonru. Bagi saya, Ia oposan partikelir terkuat. Ia membangun kritik dengan konstuksi berfikir yang kokoh. Sebagian besar yang beliau kritik kebijakan pemerintah yang tidak sejalan dengan kepentingan rakyat, setahu saya dia tidak pernah mengkritik personal (penampilan, asal-usul) Jokowi.

Sebagai seorang liberal, tentu saja dia cocok dengan SBY seorang Liberal-Demokrat, jadilah ia konsultan pemenagan Pangeran Cikeas. Namun karena lawan AHY adalah Ahok, sedangkan lawan Ahok adalah kelompok Islamis, sehingga membuat dia satu kubu dengan kelompok Islamis.

Hingar-bingar Pilkada Jakarta membuatnya semakin dikenal oleh masyarakat luas, terutama bagi simpatisan anti Ahok–Kicauannya sering dibagikan oleh kubu anti Ahok di media sosial. Ia yang sebelumnya hanya dikenal di kalangan akademis semakin dikenal masyarakat luas. Ia beberapa kali hadir di ILC. Statment yang paling fenomenal di ILC adalah “IQ 200 sekolam”. Meskipun AHY kalah ia konsisten beroposisi kepada pemerintah-yang cenderung berada di kubu Ahok.

Cara pandang orang-orang terhadap fiksi semakin memburuk. Maklumlah– walaupun pelajaran Bahasa Indonesia diajarkan dari SD-SMU–sastra dianggap sabagai pelajaran yang tidak berguna dan tidak memberikan sumbangsih apa-apa untuk masa depan siswa.

Ketika Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia akan bubar pada 2030, para pengkritiknya (simpatisan) Jokowi merisaknya. Lalu para pendukung membelanya dengan mengatakan bahwa itu diambil dari karya fiksi yang kutip dari novel Ghost Fleet. Disanalah letak kelirunya. Seakan-akan padanan kata fiksi adalah bohong. Fiksi=Bohong. Ini jelas keliru. Dan pelu diluruskan. Rocky sedang melakukan itu.

Melalui You tube, saya menonton berulang-ulang cuplikan vidoe Rocky di ILC yang dianggap sebagian kelompok sebagai penistaan agama. Rocky Gerung mencoba meluruskan kembali makna fiksi. Ia menjelaskan dengan runut dan rinci. Namun sangat disayangkan ia mengambil contoh terlalu jauh. Sampai menyebut hal yang paling sensitif bagi umat beragama ; kitab suci. Mestinya cukup sampai Babad Tanah Jawi dan Mahabrata.

Saya yakin ia sudah berhitung sebelumnya. Saya tidak percaya ia terpancing dan lost control hingga masuk jebakan. Saya percaya ia juga paham kondisi emosional umat beragama di tenggah gelombang panas politik negeri ini.

Durasi yang terbatas, pendengar yang tidak terbatas ( videonya menyebar dunia maya), tingkat pemahaman yang beragam dan kepentingan politik yang mengekor itulah akar permasalahannya. Maka saya tidak yakin semua orang dapat memahami maksudnya, termasuk lawan-lawan (kubu pemerintah) yang selama ini dikritiknya.

Saya muslim, saya suka fiksi. Saya puas dan dapat memahami penjelasannya mengenai fiksi. Lagi pula ia tidak menyebut secara eksplisit salah kitab suci. saya menilai tidak ada penodaan terhadap agama dalam pemaparannya Itu. Tapi rakyat Indonesia bukan hanya saya dan orang-orang yang dapat memahami maksudnya. Jadi pihak yang tidak dapat menangkap maksudnya dan menganggap Rocky telah menistakan agama (Islam) lalu melaporkannya juga tidak mengapa. Untuk itulah tujuan pendahulu kita mendirikan negara ini ; ‘Menyalasaikan nan kusuik, manjaniahkan nan karuah’. Nanti akan diuji di pengadilan berdasarkan konsensus umum yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang. Agar kita terlepas dari persepsi masing-masing. Tapi tak perlu aksi masa dengan turun ke jalan.

Kesimpulan pro-kontra atas pemaparan Rocky Gerung di ILC adahal “Melakukan kesalahan adalah hal yang manusiawi, mencari-cari kesalahan adalah politik adapun mencari-cari pembenaran dari kesalahan adalah politik busuk

Setelah empat tahun bersiteru antara Jokower Militan dengan Probower Garis Keras. Dua belas tahun menjelang NKRI bubar Allah mengirim seorang Rocky Gerung dijadikan sebagai martir demi mempersatukan kedua kubu, agar Pilpres besok jadi adem dan sejuk serta damai.

****

Al Albana, Andalas, 24 Rajab 1439

Kategori Esai

Satu tanggapan untuk “Rocky Gerung Ujian Untuk Kubu Oposisi

  1. keren bro artikelnya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close