Kemarin

Setiap pulang ke rumah(masa kecil). Masih membawa harapan menemukan tumpukan bekas proprerti, kotak – kotak berisi buku dan kostum masa kanak-kanak, kardus berisi mainan , meja makan usang, kursi kotor yang sudah patah, sepeda BMX yang karatan dan pernak – pernik apa saja yang pernah hidup bersamaku. Dulu. yang kemudian rontok satu persatu di tubuhku. Ah semua itu hanya khayalan, tak akan pernah kutemukan kembali. Sebagian sudah terurai menjadi tanah sebagian lagi telah diberikan kepada kerabat. Yang tersisa hanya makam ibu yang nyaris tanpa rumput.

Menatap dalam-dalam setiap ruangan rumah. Seakan-akan semua masa yang telah berlalu baru saja terlewati. Semua sangat jelas; saat belajar sepeda, mengendara motor, bermain bersama sahabat dan kerabat, menangis, marah, bergembira, sedih, bertengkar, berdamai. Apa saja dari penggalan masa lalu yang terjadi di rumah ini.

Beranjak ke Surau kecil yang hanya beberapa langkah dari dapur. Hujan yang turun dengan deras melemparkanku semakin jauh ke masa lalu. “Di Jendela itu Ayah dulu sering berdiri menatap keluar saat Uwo memasak”, jelas saya kepada anak yang tengah saya pangku.

Tetes air hujan yang jatuh di sela teratai sore itu. jendela. Kolam ikan dengan air berwarna hijau. Pohon durian dibalik kolam juga masih kokoh. Semuanya masih sama seperti 30 tahun silam. Aku yang berubah.

Selepas hujan, melangkah ke Taman Persinggahan ibu, yang telah meninggalkan kami sejak enam tahun lalu. Di sana juga ada Ayah tuo dan Uwo. Tak banyak rumput yang dapat dicabut. Lalu berdo’a untuk mereka sambil mengingatkan diri bahwa kita pasti akan menyusul mereka.

Naik kembali ke rumah, berberes dengan mengeluarkan sofa dari ruang tengah, lalu mengelar karpet dan selembar kasur sebagai tempat duduk ustaz yang memimpin do’a bersama dalam menyambut bulan suci ramadhan. Aneka makanan dan lauk menjulur dari dapur menuju ruang tengah. Setelah semua piring yang berisi aneka lauk dan kuliner ditata dengan rapi, Uda Lebai memimpin do’a. Dilanjutkan menyantap aneka hidangan mulai dari Nasi dengan aneka lauk sampai desert dengan lemang, puding dam buah. Azan magrib berkumandang. Sholat. Pamit dan kembali pulang.

****

Al Albana, 23 Sya’ban 1439

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close