Islam, Saya dan Radikalisme

Ada dari bagian diri saya yang senang setiap kali mendengar berita ledakan bom. Tapi itu dulu. Dulu sekali. Lebih satu dasawarsa silam. Jauh sebelum saya mendengar kajian dari ustaz-ustaz yang kalian tuduh radikal, fundamental, garis keras, teroris, anti NKRI, anti Pancasila, anti kebhinekaan, intoleran dan peyoratif lainnya. Mereka yang kalian ejek dengan si celana panjang kependekan, si jenggot lebat kejarangan. Singkatnya mereka yang selalu kalian sinis melihat cara berpakaian mereka, dan yang kalian halang-halangi memberi kajian di daerah teritorial kalian.

Ketika itu saya masih menjadi pelanggan dan pembaca Sabili. Doktrin yang sampaikan bahwa Islam sedang dizholimi tertancap kuat dalam alam bawah sadar saya. Mengutip Widji Tukul hanya ada satu kata ”Lawan”.

Jika tidak malu dan dilihat semua orang, mungkin saya meloncat girang sambil berteriak alhamdullilah saat mendengar Metro News mengabarkan bahwa telah terjadi pengeboman di Bali II. Padahal malam saat itu saya tidak sedang sholat atau zikir di Masjid tapi sedang bermain bilyard. Saat mengangkat kepala setelah berhasil memasukan bola 9 untuk mengunci kemenangan.

Begitulah ghirah islam saya ketika itu ketika belum dilandasi ilmu yang cukup. Akibatnya lebih banyak membaca Islam Politik dibanding mempelajari Tauhid, aqidah dan akhlak, menganggap fikih ilmu yang membosankan dan tidak penting-penting bangat. Keliru dalam memahami tentang jihad dan negara.

Meskipun hanya sekadar bersimpatik kepada teroris dan tidak turut serta melakukan aksi teror seperti mereka. Setidaknya saya beranggapan bahwa mereka pembela islam. Pejuang Islam. Saya memuja mereka. Apakah islam sudah terlepas dari hati saya ketika itu?, tentu tidak. Saya masih melaksanakan sholat, puasa di bulan ramadhan dan di KTP saya juga tertera beragama Islam.

Namun sekarang setiap terjadi ledakan bom kita ramai-ramai menyangkal bahwa mereka (teroris) tidak beragama. Mereka bukan Islam. Padahal pelaku ber-KTP islam dan melakukan pengeboman atas nama ‘ajaran’ Islam versi mereka. Dalam banyak hal mereka sama seperti umat islam ; syahadat, Sholat, puasa, zakat, haji dan lainnya. Mereka keliru (sesat) dalam hal jihad dan dan bernegara. Sudahlah tak perlu dibantah jika memang pelakunya ber-KTP islam dan beridentitas islam. Mereka adalah bagian dari umat islam yang keliru memahani ajaran islam. Yang perlu dibantah adalah bahwa tindakan teroris (aksi pengeboman) bukan berasal dari ajaran islam. Sambil menerangkan bahwa aksi teror bertentangan dengan ajaran islam yang mendatangkan rahmat bagi seluruh alam.

Kita mesti dapat membedakan antara ‘umat islam’ dengan ‘ajaran islam’. Jadi jangan lansung marah jika ada mengkritisi umat islam, lain halnya jika yang dicela ajaran islam kita wajib membela ajaran mulia yang dibawa oleh manusia agung Rasulullah Muhammad S.a.w.

Dengan mengakui bahwa ada segelintir kelompok islam sempalan yang berpaham ekstrim dan radikal. Kita semakin hati-hati mendidik keluarga, anak,isteri, keponakan, sepupu agar terhindar dari paham radikal seperti itu. Ini bukan hal yang baru pada dunia islam jauh hari sudah ada khawarij, murjiah, mu’tazillah dan sempalaan lainnya. Dan fenomena ini tidak hanya terjadi pada dunia islam pada agama lain juga mengalami hal yang sama. Ada ekstrim Katholik Guy Fawkes yang pernah berusaha meledakan gedung parlemen Inggris pada 1605. Ekstrim Bhiksu Wirathu yang membantai Muslim Rohigya. Ekstimis Hindu di Uttar Pradesh yang ingin mengusir muslim dari India Utara. Tentu saja perbuatan masing-masing orang atau kelompok suatu agama tidak mewakili agama itu sendiri.

Marilah kita bedakan antara Ajaran sebuah agama dengan penganutnya.

****

Al Albana, Andalas 30 Sya’ban 1439

Kategori Esai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close