Pergeseran Arah Kiblat

Saya tidak sedang bersafari Ramadhan seperti bakal caleg, bukaan pula mencari masjid yang instagramble, hanya semata-mata untuk menghindari kejenuhan jika sholat Taraweh di masjid yang sama selama sebulan penuh. Hingga hari ini sudah 6 masjid yang kami kunjungi untuk sholat Taraweh.

Beberapa Masjid yang kami kunjungi telah mengalami perubahan arah kiblat dari posisi awal masjid dibangun. Namun ada juga yang tidak. Untuk mensiasati (menyesuaikan arah kiblat) takmir masjid merubah sedikit arah karpet dengaan kemiringan 5-10 °ke arah utara.

Awalnya saya menduga telah terjadi kekeliruan dalam menentukan arah kiblat saat pembangunan awal masjid. Tentu saja pada masa itu teknologi belum secanggih sekarang untuk menentukan arah kiblat. Namun setelah ngobrol dengan seseorang ia membenarkan dugaan saya. “Tapi perlu diketahui juga bahwa Padang berada pada zona gempa, sehingga aktifitas tektonik yang cukup tinggi pada lempeng bumi sedikit banyak juga akan merubah arah kiblat” ia menjelaskan.

Jika perubahan arah kiblat terjadi akibat aktifitas tektonik tentu saja masjid-masjid yang sudah tua pasti juga ikut berubah arah kiblatnya. Masjid Raya Gantiang yang didirikan sejak 1825, Masjid Nurul Iman berdiri sejak 1958, Masjid Taqwa-Muhammadiyah justeru tidak mengalami perubahan arah kiblat. Karpet digelar sesuai dengan arah bagunan masjid. Sedangkan beberapa masjid yang menurut saya masih baru justeru terjadi perubahan arah kiblat hal ini terlihat dari karpet yang digelar sudah tidak sesuai dengan arah bagunan. Posisi karpet sedikit miring ke arah utara kira-kira 5-10 °.

Berdasarkan data dari LAPAN, dari kota Padang posisi kiblat 63,5 ° dari utara ke barat dan 24,7 ° dari barat ke arah utara.

Selain menggunakan kompas ada cara yang lebih akurat untuk menentukan arah kiblat yaitu ; pada saat matahari berada percis di atas ka’bah. Ambil sebatang tongkat tancapkan tegak lurus. Perhatikan arah jatuh bayangan tongkat. Jika ditarik garis imajiner akan sampai ke Ka’bah. Maka arah bayangan ini dijadikan sebagai acuan untuk menentukan arah kiblat, dalam setahun matahari dua kali berada di atas Ka’bah. Pada setiap 28 mei (27 mei di tahun kabisat) pukul 12:18 waktu Makkah dan 16 juli (15 juli di tahun kabisat) pukul 12:27 waktu makkah. Bagi kita di Indonesia pada 28 mei pukul 16:18 WIB dan 16 juli pukul 16:27 WIB. Bagi yang ingin mengecek arah kiblat anda selama ini silakan keluar rumah pada waktu yang disebutkan diatas lalu lakukan pengecekan ulang.

****

Al Albana, 08 Ramadhan 1439

Kategori Esai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close