Perihal Pilkada Kota Padang

Pilkada serentak–termasuk kota Padang– tahun ini kurang sebulan lagi, namun hiruk-pikuk dan kegaduhannya akibat silang-sengkarut belum terlalu nyaring kecuali di beberapa daerah saja seperti Pilkada Jabar dan Jatim. Itupun jika diakumulasi belum sebanding dengan Pilkada Batavia tahun lalu yang hiruk-pikuknya nyaris terdengar seluruh nusantara bahkan sebagian daerah mereka yang di luar Batavia sampai lupa pada Pilkada daerahnya sendiri.

Apa indikator kurang bermutu dan mendalamnya kualitas demokrasi di Padang.

1. Akun-akun resmi paslon dan timses mereka sepi tanggapan, Apa sebab? Banyak! Tapi secara umum adalah kurangnya kreativitas branding dan usungan program-program unggulan yang dapat dipahami masyarakat. Bombastis boleh, tapi yang realistis pada akhirnya lebih diterima.

2. Konsolidasi pemenangan masih dilakukan dengan cara-cara konvensional; penguatan akar rumput dengan janji muluk-muluk, mengikat tokoh masyarakat dengan iming-iming tertentu, memanfaatkan ikatan-ikatan kekerabatan elit, rekruitmen timses dalam jumlah besar tidak dalam kerangka relawan, dan lain-lain. Salah? Tidak! Tapi bayangkan ongkos mobilisasinya!? Artinya apa? Mutu personal para paslon kurang sanggup menarik partisipasi politik suka rela.

3. Nyaris tidak muncul gagasan-gagasan visioner dalam rangka membangun identitas kota jangka panjang. Infrastruktur sudah, pengobatan murah sudah(BPJS), pendidikan murah sudah, lalu apa lagi? Ini penting bagi reputasi politik paslon pemenang jangka panjang, khususnya yang punya proyeksi politik lebih besar.

4. Hampir kedua paslon kurang memperhitungkan betapa pentingnya partisipasi pemilih pemula dan orang muda yang jumlahnya cukup signifikan. Saya menduga mereka yang akan menentukan kemenangan. Paslon yang sanggup mengikat dukungan kelompok pemilih ini yang akan menang.

Namun dari semua itu yang membuat Pilkada Kota Padang kurang greget (setidak menurut saya) tidak ada isu primordial yang menjadi bahan pemicu perdebatan. Penduduk kota yang cenderung homogen, sehingga tidak ada sentimen sara yang akan digelembungkan untuk menyerang lawan politik.

****

Kategori Esai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close