Anak-Anak Muda Keren

Kemarin kami sholat taraweh di Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin lagi, padahalnya kami sudah bertekad untuk tidak taraweh lebih sekali di masjid yang sama selama bulan ramadhan ini. Tapi berhubung mertua ingin pula sholat Taraweh di Masjid yang megah itu. Jadilah dua malam berturut-turut taraweh di sana.

“Ayo yah, kita keluar” ajaknya selepas sholat Isya. “Baru Isya belum Taraweh, Ustaz mau ceramah” jawab saya. “Iya, nanti kita balik lagi” jawabnya. “Mau apa” tanya saya. “Beli kebab yang kemarin lagi” jawabnya. Jadilah malam itu saya taraweh seperti anak-anak yang saat ustaz ceramah keluyuran keluar untuk jajan atau sekadar ngobrol.

Malam sebelumnya sepulang taraweh, ia saya belikan Kebab yang berada di seberang masjid. Ia bilang enak bangat. Padahal sebelumnya tidak pernah berani mencicipi kebab dengan alasan tidak suka. Pantasan ketika kemarin saya tanya, ” nanti malam kita sholat di mana, nak?”, “masjid yang kemarin lagi, masjidnya bagus, mic (sound sistemnya) juga bagus, sehingga suara imam terdengar jelas dan nyaring” balasnya.

Sebelum menyeberang jalan saya lihat ada booth yang menjual Thai Tea. Saya suka minuman ini. Pertama kali saya mencicipi tiga tahun lalu di Jakarta. Selama di Padang baru kali ini saya menemukan minuman yang berasal dari Thailan ini. Ketika saya minta ia memilih varian rasa, ia menunjuk rasa green tea dengan toping buble. Biasalah kesukaan kids jaman now.

Lalu kami menyeberang jalan menuju booth yang menjual kebab kemarin, kebab dengan double beef tanpa sayur disajikan dengan segera oleh seorang pemuda 20-an tak pakai lama.

Begitu pula Thai Tea yang kami pesan sebelumnya juga diracik oleh seorang remaja 20 tahunan. Sebagian besar makan dan minuman yang sedang ‘ngehits’ adalah usaha anak muda. Mulai dari Lup-lup, Ais Kepal Milo, Tongsis dan banyak lainnya adalah kuliner yang digerakan oleh mahasiswa atau mahasiswa yang baru lulus.

Saat ini di Padang, mungkin juga kota-kota lain sedang demam Ais Kempal Milo, hampir setiap jarak 300 m sepanjang jalan kawasan mahasiswa berdiri booth Ais Kepal Milo. Thai Tea baru kali ini saya menemukannya, Kebab walaupun sudah agak lama, tapi semakin bertambah mudah saja ditemukan.

Saya suka kebab dan juga Thai Tea, begitu pula Ais Kepal Milo. Saya selalu mencicipi setiap makanan atau minuman yang sedang ngehits.

Saya percaya segala sesuatu yang cepat ngehits akan cepat pula tenggelam dan hiang terlupukan seperti Capucino Cincau beberapa tahun lalu. Tapi saya gembira dengan hal-hal seperti ini. Anak-anak muda bekerja. Berinovasi. Tidak malu mencari uang. Kalau saya perhatikan, saya mengira banyak dari mereka yang sarjana. Dan itu keren. Sarjana jualan dengan gerobak, sarjana jualan thai tea. Sarjana jualan Kebab, Ais Kepal Milo. Saya salut dan bangga kepada mereka ditengah membludaknya peminat generasi muda yang ingin menjadi ‘ambtenaar’ (aparatur sipil negara) yang girang bukan kepalang dengan gaji ke-13 dan THR masih ada sarjana yang memilih jalan terjal dan cadas seperti ini. Sedangkan sebagian lainnya masih mengutuki lapangan kerja yang semakin sempit akibat kemajuan teknologi sehingga sebagain peranan manusia dapat tergantikan oleh robotik dengan sistim komputerisasi. Pada Pabrik-Pabrik dan gedung-gedung perkantoran para buruh dan karyawan bekerja dengan setengah hati akibat gaji yang tak kunjung naik sedangkan kebutuhan semakin meningkat.

Menurut penelitian mutakhir bahwa banyak anak muda yang memutuskan pulang kampung untuk menjadi petani setelah tamat kuliah. Sebagian lagi merintis usaha kreatif dibidang fashion dan kuliner. Seperti cloting dan aneka manakan dan minuman yang disebutkan tadi. Dimata saya itu keren. Anak-anak muda Indonesia banyak yang keren.

Ini yang membuat saya menutup muka karena malu. Berdasarkan penelitian termutakhir, banyak anak muda di Indonesia yang memutuskan untuk mengurangi bahkan meninggalkan dunia media sosial karena merasa dunia itu sudah tidak sehat bagi mental dan pemikiran mereka. Saya mengamini riset ini. Beberapa keponakan saya yang SMU dan kuliah walaupun punya akun sosial media tapi sangat jarang posting bahkan sudah tidak pernah log in lagi.

****

Al Albana, Andalas 17 Ramadhan 1439

Kategori Esai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close