Hari Tenang menjelang Lebaran

Mengisi waktu hari tenang menunggu lebaran dengan membaca. Bingung memulai darimana terlebih dahulu. Sama-sama dengan desain cover bergambar Kapal Layar. Sama-sama buku Sejarah dari dua Pujangga Besar namun berbeda haluan Politik. Hamka-Sastrawan Ulama dari Manifesto Kebudayaan sedangkan Pram-Sastrawan Lekra yang berafiliasi dengan PKI. Mereka pernah bersiteru. Pram menuduh Tenggelam Kapal Van der Wijk karya Hamka adalah plagiasi dari Maghdalena. Hamka tak bergeming tanpa menanggapi tuduhan itu.

Belakangan Pram menyadari kekeliruannya. Ia menyelesaikan dengan cara yang elegan, dengan menyuruh calon menantunya untuk belajar Islam kepada Buya Hamka terlebih dahulu sebelum menjadi mualaf. Buya menyanggupi permintaan itu dengan membimbing calon menantu Pram belajar Islam hingga mengucapkan syahadat.

Dari Perbendaharaan Lama, Hamka menyingkap perjelanan dan perkembangan Islam di Nusantara, termasuk upaya-upaya Kolonial Belanda dalam me-nusantara-kan Islam agar tidak mengusik penjajahan di Nusantara. Sedangkan Arus Balik novel yang bersetting pasca keruntuhan Majapahit dan awal kedatangan Bangsa Portugis, seiring dengan menyebar dan berkembang Islam dengan pesat di Nusantara.

Dua karya sastrawan besar saja bisa akur dan berdampingan dengan rukun. Masa kalian yang cuma follower garis keras dari Felix Siau dan Deni Sireger seakan-akan tak pernah capek dan kehabisan bahan serta energi untuk saling serang.

Kategori Buku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close