Konon Katanya Kita Dijajah Belanda 350 tahun

Kita semakin jarang mendengar kata korting? Sekarang orang lebih memilih diskon. Begitu pula Persekot aslinya “voorschot” dalam Bahasa Belanda, padahal kita punya istilah “uang muka”, tapi kita lebih senang menggunakan kata ‘DP’ walaupun sebagian tidak tahu DP singkatan dari Down Payment.

Nusantara dijajah Inggris hanya sekitar 5 tahun 1811-1816, sementara konon katanya kita dijajah Belanda 350 tahun. Realitas saat ini generasi muda kita sekarang sangat fasih berbahasa Inggris, walaupun hanya sebatas menyelipkan satu-dua-kata dalam beberapa kalimat seperti kata ‘wich is’, ‘as is’, ‘even’ tapi ‘kemringgisnya’ luar biasa. Sedangkan Bahasa Belanda, jangankan penggunaan Bahasa Belanda, kosa kata seperti di atas saja semakin langka kita dengar saat ini.

Benarkah Nusantara dijajah 350 tahun oleh Kerajaan Belanda?, sedangkan kita tahu Aceh baru biasa dikuasai Belanda setelah abad 20, berarti penjajahan Belanda atas tanah rencong hanya 45-50 tahun saja. Minangkabau baru dikuasai Belanda setelah memperdaya Tuangku Imam Bonjol dengan mengundang beliau untuk berunding lalu mengasingkannya ke Lutak-Manado pada 1838. Artinya berselang 107 tahun sebelum kemerdekaan. Begitu juga dengan Bali dan daerah lainnya.

Siapakah yang menjajah Indonesia? Kerajaan Belanda atau VOC?
VOC adalah kongsi dagang atau ‘engko’ (…& Co), kurang lebih seperti Bakri Group, MNC group, CT group di jaman now.

Apakah sebelum VOC gulung tikar dan digantikan oleh Kolonial Belanda bisa disebut penjajahan?, bisa iya, bisa tidak. Tergantung sudut pandang kita mensikapi. Kenyataanya pada masa VOC yang terjadi adalah hubungan dagang antara Kesultanan dan Kerajaan Nusantara seperti Kesultanan Ternate, Tidore di Maluku, Kesultanan Gowa di Sulawesi, Kesultanan Demak dan Banten di Jawa berhubungan dagang dengan VOC. Namanya dagang pasti mencari keuntungan yang sebesar-besarnya dengan berbagai intrik dan konspirasi politik untuk mempengaruhi ‘ring satu’ Kesultanan dan Kerajaan. Tak ubahnya seperti Corporate Asing yang ada saat ini dalam mengeruk sumber daya alam negeri ini. Apakah VOC penjajah kala itu? Pertanyaan yang sama juga bisa dialamatkan kepada perusahaan-perusahaan asing dan aseng yang ada saat ini. Apakah Freport sebagai bentuk penjajahan Amerika atas Papua (Indonesia)?Jawabannya tentu saja sesuai perspektif masing-masing.

Semantara orang-orang Tunisia, Al Jazair, Maroko jika berlibur ke menara Eifel di Paris bisa tawar-menawar lansung dengan penjual cinderamata tanpa menggunakan Bahasa Inggris tapi Bahasa Prancis bahasa yang diwariskan oleh Prancis atas tanah jajahannya. Begitu pula anak-anak muda Brazil dan seluruh Amerika Latin tidak mengalami kesulitan bahasa saat diboyong oleh pencari bakat sepakbola Real Madrid atau Barca. Sedangkan Pelajar dan Mahasiswa kita yang kuliah di Leiden atau Delft University mesti berkomunikasi dalam Bahasa Inggris dengan Dosen Pembimbingnya.

****

Al Albana, Syawal 1439

Kategori Historia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close