Hasrat Nak Jadi Ketua

Hari ini pertama sekolah. Tahun ajaran baru. Seperti sebelumnya saya yang bertugas mengantarnya ke sekolah. Hari ini berbeda, biasa hanya mengantarkan sampai gerbang saja tanpa menunggu lonceng berdentang. Karena hari ini dimulainya tahun ajaran baru, maka ada beberapa informasi yang sekiranya penting yang akan disampaikan oleh pihak sekolah. Semua itu penting. Tapi yang menahan langkah saya untuk tidak meninggalkan sekolah karena hari ini pembagian lokal.

“Mudah-mudahan, di pembagian lokal kelas 3 besok, saya dapat lokal yang banyak teman-teman saye dari kelas 2-D” ujarnya semalam.
“Kenapa begitu?, bukankah lebih enak teman-teman dari kelas 2 yang lain, sehingga dapat teman baru, agar teman lebih banyak lagi”, balas saya.
“Iya sih, tapi saye nak jadi ketua kelas, kalau banyak teman-teman dari 2-D mereka akan pilih saya jadi ketua”, paparnya,
“Oh, begitu, memang kamu nak jadi ketua?”, tanya saya lagi.
“Iya, enak jadi ketua, tak kena marah cik gu”.
“Apa perlu ayah bantu? Mari kita cari karton untuk menuliskan kata-kata yang sekiranya dapat menarik teman-teman agar memilihmu, seperti kampanye”, ajak saya
“Tak perlulah, ayah ini buat malu je”, pungkasnya.
Itulah alasannya ingin menjadi ketua kelas.

Saya senang atas keinginannya menjadi ketua kelas, hal yang tak pernah terlintas dalam pikiran saya ketika sekolah dulu. Apalagi jika SMU dan kuliah nanti saya berharap ia memiliki aktifitas lain selain belajar di kelas. Hal ini setidaknya menuntaskan penyesalan saya ketika sekolah dulu yang hanya datang ke sekolah untuk belajar semata agar mendapatkan nilai bagus. Menghabiskan masa kuliah hanya dengan belajar. Lintas edar hanya sebatas kampus dan kos. Mending kalau kos seperti rumah kos milik H.O.S Cokroaminoto di Jalan Peneleng no.9 Surabaya itu. Tempat berkumpulnya aktifis pergerakan nasional semacam Bung Karno, Kartosoewirjo, Semaun. Tempat berkesemainya ide-ide progresif dan revolusioner.

Saya berharap saat ia kuliah nanti tidak hanya semata untuk belajar di kelas namun juga aktif dan terjun di masyarakat . Namun satu hal yang saya tidak harapkan yaitu agar ia tidak ikut-ikutan dalam aksi dukung-mendukung dalam politik praktis.
Ladang amal untuk berbakti dan berbuat baik masih luas di luar ranah politik.

****

Al Albana, Andalas, Syawal 1439

Kategori My Family

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close