Bukan Soal Rasa Namun Kenangan

Konon khabarnya–berdasarkan informasi yang kurang shohih–dalam memberikan layanan paripurna kepada tamu istimewa, sejumlah hotel di Spanyol rela menelusuri jejak langkah sang tamu secara diam-diam. Salah satunya adalah masakan favorit sang tamu di masa kecil. Lalu menyediakan makanan itu di meja makan sebagai suprise.

Koki hebat bukan hanya mampu menyediakan menu yang enak, nikmat, higienis serta low kolesterol lalu disajikan sesuai table manner yang menggugah selera, namum seorang koki handal mestinya dapat pula menggembalikan kenangan seseorang akan masa lalu, masa kecil dulu bersama keluarga dan orang-orang tercinta, melalui makanan yang dinikmatinya. Maka dari itulah resto kekinian menggunakan nama seperti ; Dapur Eyang, Kuali Emak, Dapur Bundo, Warung Nasi Onang dan lain sejenisnya, yang seolah-olah kita dibawa kembali ke masa kecil dalu. Ada kalanya makanan bukan hanya sekadar rasa tapi juga kenangan yang terdapat di dalamnya.

Siang ini, saat membuka kotak bekal makan siang yang dititipkan kepada saya oleh Bunda Wisdawati Syafri, saya menemukan sayuran yang saya tak bisa menyebutkan namanya, karena memang tidak tahu nama sayuran ini. Apalah arti sebuah nama kata Shakespere, yang penting rasa. Oh tidak pula. Sayur ini juga tidak punya rasa yang istimewa menurut saya apalagi anda. Namun kenangan yang ada di dalamnya. Almarhumah ibu sering memasak sayur ini waktu saya kecil dulu. Dan kala itu sayuran ini juga bukanlah sayuran kesukaan saya, namun inilah sayuran yang dapat saya nikmati diantara sekian banyak varian sayur ketika itu yang tidak saya sukai.

Karena saya senang dapur meskipun tidak bisa memasak dan senang bernostalgia, saya mencoba mengingat-ingat kembali cara ibu membuat sayuran ini. Mengembalikan kenangan masa lalu salah satu upaya menunda kepikunan.

Kacang panjang tanpa dipotong, beberapa siung bawang merah dan cabe keriting setelah dicuci bersih lalu dipanaskan diatas nasi yang sedang mendidih. Maksudnya jika memasak menggunakan kayu bakar setelah air mendidih lalu diperkirakan ulang ketersedian air (bisa ditambah atau dikurangi) hingga nasi matang. Lalu api dikecilkan dengan menarik sebagian kayu bakar pada tungku perapian, saat itulah bahan-bahan ini dimasukan ke dalam periuk penanak nasi bagian paling atas.
Setelah beberapa menit bersamaan dengan nasi matang keluarkan kacang panjang, bawang merah dan cabe keriting dari periuk. Gado dengan sedikit diremas dengan jari (pastikan tangan bersih jika tidak ingin diare) ketiga bahan itu. Guyur dengan sedikit perasan jeruk nipis, minyak goreng dan air setelah dimasukan kedalam mangkok.
Dah siap. Sederhana bukan namun memberikan dampak luar biasa. Seperti makanan yang diberikan oleh Fatima kepada Santiago dalam Al Chemist.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close