Menanak Nasi

Salah satu langkah tirakat yang saya lakukan agar menguasai ilmu kanuragan seperti Pendekar Wiro Sableng Kapak Maut Naga Geni 212 adalah mengurangi postingan-postingan nirfaedah di media sosial.

Berhubung tahun ajaran baru, barangkali ada adik-adik atau keponakan yang memulai langkah kaki untuk menjemput impian dengan kuliah di kota berbeda dengan orang tua. Barangkali selama ini semua diurus dan disiapkan oleh ibu atau asisten rumah tangga, maka sejak meninggalkan rumah dan hidup kos di perantauan harus mempunyai basic life skill seperti ; memasak, mencuci, menyentrika, menyapu, membereskan kamar dan lain sebagainya agar bisa bertahan hidup di perantauan. Lucu kan anak kost punya pembantu.

Di zaman dahulu, memasak nasi dengan kayu bakar. Kemudian zaman bergerak manusia bertambah banyak, kayu bakar sulit didapat. Maka Engineer menemukanlah kompor dengan bahan bakar kerosine. Kalian tak perlu mempelajari cara memasak nasi seperti zaman dahulu lagi, selain tidak efektif dan efesian mustahil diizinkan oleh pemilik kos.

Sekarang serba elektrik. Berbagai macam perangkat elektronik diciptakan untuk membantu manusia dalam menjalani kehidupan. Rice cooker menggantikan kompor kerosine dan kayu bakar. Meskipun mudah dan cepat jika kalian belum pernah menggunakan sebelumnya, juga akan terjadi masalah. Karena Rice Cooker bukanlah mesin serba bisa milik Doraemon yang bekerja hanya membutuhkan intruksi bukan aksi.

Berikut ini cara penggunaan Rice Cooker berdasarkan manual book yang terdapat dalam Box Rice Cooker yang baru saja kalian beli ; masukkan beras sesuai cangkir pengukur, beras dicuci tiga kali, lalu tambahkan air sesuai batas petunjuk ketinggian sesuai jumlah cangkir yang tertera di badan panci rice cooker. Tekan knop sampai menyala merah, lalu tunggu boleh juga ditinggal untuk kuliah atau ngobrol sesama penghuni kos hingga matang yang ditandai dengan lampu indikator menyala hijau.
Sangat mudah bukan?

Tapi yang menjadi persoalan adalah bagaimana bila cangkir pengukur berasnya sudah hilang sehingga tidak diketahui berapa jumlah air yang harus dimasukkan?
Ini solusinya.
Cara ini sudah saya buktikan saat menjadi mahasiswa dan beberapa tahun hidup sendiri di perantauan menahan kerasnya ibu kota.

Caranya, masukkan saja beras sesuka sesuai yang diinginkan, lalu cuci bersih sebanyak tiga kali. Adapun untuk mengetahui jumlah air yang diperlukan untuk mendapatkan nasi yang pas –tidak lembek tidak keras, adalah dengan memasukkan telunjuk (atau jari tengah boleh juga jari manis sebaiknya tangan kanan –karena lebih jelas trayeknya dan sesuai sunnah) hingga menyentuh permukaan beras. Setelah itu, tambahkan air sampai batas ruas jari paling ujung. Boleh dilebihkan sedikit, tapi jangan sampai mencapai ruas jari kedua.

Niscaya, nasi yang lezat akan segera terhidang, sekiranya engkau tidak lupa menekan knop atau listrik padam saat rice cooker ditinggal pergi kuliah. Jika salah satu itu terjadi niscaya impian makan nasi hangat dengan rendang kiriman emak yang ‘menari-nari’ di kepala saat dosen menerangkan di depan kelas akan sirna berganti dengan keringat dingin menahan lapar.

Khusus bagi kalian anak minang yang sudah terbiasa dengan beras pera’ , tentu tidak bisa dengan cepat menyesuikan lidah dengan beras pulen . Saya kasih tips cara mengakalinya, agar tidak dituduh sebagai pedagang nasi goreng oleh penjual beras karena hanya membeli beras pera’ saja.

Dalam banyak hal mengoplos adalah perbuatan tidak terpuji seperti mengoplos miras, BBM dan Gas bersubsidi. Kecuali dalam hal beras tentunya untuk diri sendiri bukan bagi orang lain. Caranya beli 5 Kg Beras Pulen dan 2 Lt Beras Pera’–Hitung sendiri Perbandingannya karena satuan belum sama (Kg & Lt)–kemudian dicampurkan dan diaduk sampai kalis.

Selain pedoman memasak nasi, masih banyak life skill yang mesti dikuasai anak-anak kos di perantauan misalnya pemetaan masjid-masjid yang menyediakan makanan berat (nasi box) atau sekadar takjil, agar ramadhan lebih khidmat dan padat mamfaat, kiat pura-pura sakit untuk menghindari kencan pada malam minggu dan tagihan uang kos di pengujung bulan–uang bulanan mulai menipis, cara menjebol sistim IT kampus agar bisa merubah nilai, cara berkunjung ke rumah teman yang bukan anak kos untuk menyelamatkan makan siang atau cara agar tidak ikutan gila dengan pendukung Capres.

****

Al Albana–Mantan Anak Kos dan Perantau– Andalas, 22 Dzulhijjah 1439

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close