Kopi

Sebagai anggota PKI (Penikmat Kopi Indonesia) aseli, bukan Peminum Kopi Instan atau Kopi Sesat upps salah Kopi Sachet yang diseduh dengan air panas dari dispenser dan diminumm sekali glek, saya merasa tertantang untuk menikmati kopi tanpa gula.

Adalah dua bulan lalu, pada suatu petang yang lamban, saat kami bersaudara dan tetangga serta kerabat bersantai di beranda depan, ngobrol dari hal penting sampai hal yang remeh. Keponakan yang penurut dan selalu senyum datang ke beranda lalu menawarkan kami minum. “mau minum apa ciak, Mak uniang, Ungku ?”, sebagian besar memilih Teh hanya saya dan Abang yang baru beberapa hari pulang memilih kopi. “Aciak Kopi, pakai air mendidih ya, jangan air dispenser” saya menegaskan sebelum ia beranjak ke belakang. “Mak Uniang Kopi tanpa gula” abang saya tak mau kalah dengan pesanan khususnya. Jadilah sore itu kami menikmati minuman sesuai pesan masing-masing disertai cemilan.

Ngopi sore itu mengimpresi saya untuk merekonstruksi lagi cara minum kopi selama ini. Komposisi satu sendok kopi dengan 2 sendok gula yang selama ini saya amalkan mesti ditinggalkan. Kurang progresif. Harus direformasi jika perlu direvolusi. Tidak cukup hanya kopi less sugar, jika perlu kopi nirgula.

Beberapa setelah itu saya memulainya. Merubah perlahan-lahan komposisi kopi terhadap gula. Seminggu pertama 1: 1 3/4 setelah berhasil meningkat menjadi 1: 1 1/2, setelah satu bulan menjadi 1: 1 1/4 dan sekarang setelah dua bulan menjadi 1:1. Satu sendok kopi dengan satu sendok gula. Celakanya, semakin berkurang gula, kopi berasa semakin nikmat.

Barangkali saat ini bisa saja saya minum kopi nirgula,(asal jangan kopi tanpa air panas, namun sebagai seorang yang suka santai dan pelan-pelan, saya sedang menikmati proses ini dengan penuh penghayatan. Seperti dahulu ketika meninggalkan rokok. Sebagai seorang perokok kelas ringan–sebungkus untuk dua hari–membutuhkan waktu hampir setahun untuk berhenti total. Berhenti secara pelan-pelan dengan cara mengurangi secara perlahan-lahan pula. Awalnya dibatasi 8 batang sehari selama 2 bulan, lalu turun menjadi 6 batang, selanjutnya 4 batang, 2 batang sampai berhenti total.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close