Si Belang, Seekor ular dan Seorang Bayi

Al Kisah, pada suatu masa sepasang suami-isteri dengan seorang anak yang masih bayi. Pada suatu malam mendapatkan khabar bahwa salah seorang dari orang tua mereka sakit keras. Mereka harus berangkat malam itu juga. Masalah timbul bahwa tidak mungkin membawa bayi yang masih kecil dalam perjalanan malam yang dingin menggigit hingga ke tulang.

Setelah berfikir keras mereka menemukan jalan keluar. Selama ini mereka memelihara seekor kucing-Si Belang, yang sangat mereka sayangi, sebaliknya pun sama Si Belang dengan bahasa isyarat seperti kibasan ekor, gerakan kedua tangan atau dari suara ‘meong’ juga sangat menyangi majikannya. Singkatnya mereka mengerti bahasa kucing dan kucing pun paham bahasa mereka. Singkat cerita dititiplah sang bayi pada Si Belang kesayangan itu dan mereka meninggalkan rumah.

Tak berselang lama mereka keluar, seekor ular besar masuk ke dalam rumah untuk memangsa si bayi. Kucing coba menghalangi dengan gigitan dan cakaran. Kedua hewan itu saling serang untuk saling bunuh. Ular berusaha mematuk atau melilit si Belang begitu pula sebaliknya Si Belang melakukan hal yang sama untuk menjaga amanah yang telah dipercayakan tuannya untuk menjaga Tuan Muda.

Duel itu dimenangkan Si Belang, ular mati akibat gigitan dan cakaran Si Belang darah tercecer kemana-mana termasuk juga menempel di tubuh Si Belang. Si Belang puas dan penuh rasa bangga berhasil menjaga Tuan Mudanya.

Pasangan ini kembali pulang dengan tergesa-gesa karena khawatir akan bayi yang mereka tinggalkan. Dari jauh Si Belang sudah mengenali bunyi langkah Tuannya. Si Belang bergegas menyonsong tuannya di depan pintu memperlihatkan ekpresi bangga karena telah menjaga amanah yang dipercayakan kepadanya.

Sesaat Sang Isteri membuka pintu, Si Belang yang berlumur darah menyonsonya. Sang Isteri menjerit “Lihat Si Belang telah memangsa bayi kita, dasar binatang tak bisa dipercaya” ujarnya. Suami mengambil sebongkah batu dan menghantamkan ke tubuh Si Belang yang mungil, satu hantaman Si Belang masih menguluarkan suara ‘meong’ dua, tingga batu menghantam tubuhnya hingga tak bersuara dan bergerak lagi. Setelah puas memuntahkan kemarahannya pasangan ini masuk ke dalam dan mereka mendapati bayi mereka masih utuh tak ada luka dan lecet sedikitpun. Tak jauh dari sang bayi seekor bangkai ular berlumuran darah tergeletak.

Mereka menyesal sejadi-jadinya karena telah membunuh Si Belang. Menghabisi nyawa pahlawan yang menyelamatkan buah hati mereka.

Itulah sebuah kisah, barangkali sebagai manusia modern susah untuk menerima kebenaran kisah ini. Terlepas kisah ini fakta atau fiksi ada ibroh yang dapat kita petik. “Tabayyun” sebuah kata yang sangat sering kita dengar, melintas di beranda media sosial kita. Namun semakin sering kita abaikan.

Kita terburu-buru, tergesa-gesa setiap mendapatkan sebuah informasi. Alangkah baiknya kita endapkan terlebih dahulu informasi itu beberapa saat sambil menunggu informasi sangahan, bantahan dan klarifikasi. Kita mengabaikan pemeriksaan dan kejelasan dari informasi itu. Kita malas memverifikasi, menunggu klarifikasi tapi senang berbagi.

Seandainya pun kita tidak punya waktu atau tidak punya kompetensi untuk mengklarisikasi, memeriksa setiap informasi hendaklah kita menahan diri. Kita diperintahkan memperbanyak diam seperti itulah yang diajarkan oleh Rasulullah. Agar kita tidak menyesal telah menyebabkan penderitaan dan kesengsaraan pada orang lain. Kalaupun di dunia kita tidak merasa malu dan menyesal karena kefanatikan terhadap seseorang atau kelompok, pasti di akhirat kelak akan dituntut dan penyesalan itu pun tak ada gunanya lagi.

* Disarikan dari Khotbah Jum’at Masjid An Nur pada 25 Muharam 1440, Lolong Karan-Padang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close