Menggunjing Sahabat

Saya menjulukinya Fisikawan-Religius. Berhubung sahabat saya ini akan terjun pada palagan pemilu legislatif, sebagai calon anggota legislatif untuk Kab. Padang Pariaman, maka saya tidak menceritakann tentang religiusitasnya. Tak elok nanti dituduh mempolitisasi agama. Biarlah akan saya ceritakan perihal religiusitas pada kesempatan lain.

Kami ditakdirkan satu angkatan sekaligus satu jurusan pada sebuah Perguruan Tinggi di Kota Padang. Pada awal-awal kuliah tangkapan layar saya menunjukan beliau mempunyai nalar yang kuat di bidang ilmu-ilmu pasti (generasi milenial barangkali tidak paham jika saya menuliskan Eksak atau Paspal). Bukan karena itu pula saya memilih bertetangga kos dengan beliau, tapi karena takdir. Sebuah sungai sebagai pengendali banjir menjadi pemisah antara kos kami. Walau kami bertetangga kos tidak terlalu lama. Namun ada sedikit kenangan. Kami pernah mengerjakan tugas di kos beliau, pada suatu malam baru selesai beberapa saat menjelang azan subuh berkumandang. Setelah sholat subuh saya pulang. Hasil malam itu selain tugas selesai saya sakit selama tiga hari.

Saya lupa hari dan tanggalnya. Tapi masih ingat mata kuliah Azas Teknik Kimia. Pokok bahasan tentang bed silika yang digunakan pada sistim pendingin. Dengan berbekal Kacang Garuda dan Kopi–sayang ketika itu saya belum pernah minum kopi–kami mulai mengerjakan tugas pada pukul 10 malam. Berbagai kendala membentur hingga pukul 2 dini hari belum juga selesai. Saya tahu, ia tak terlalu suka membaca teori lebih suka lansung ke aplikasi dengan berbagai macam contoh soal tentu klop dengan saya yang lebih suka membaca teori tapi sering kebingungan menghubungkan dengan tugas yang tengah kami kerjakan. Saya baca buku lalu menceritakan kepadanya dengan bahasa yang sederhana, jadilah tugas itu selesai saat Marbot melantunkan sholawat tahrib menjelang azan subuh.

Semester awal perkuliahan, mata kuliah Kalkulus dan Fisika mendapat porsi lebih banyak dibandingkan mata kuliah lainnya. Beliu sebagai lulusan SMA jurusan A-1 (ilmu-ilmu Fisika) yang mendapat Mata Pelajaran Matematika 8 Jam pelajaran dan Fisika 6 jam mata pelajaran dalam sepekan tentu seperti ‘maulang kaji lamo‘ saja mendapatkan pelajaran tentang Integral, difrensial (turunan), limit, Trigonometri dalam materi Kalkulus dan aneka macam gerak, tekanan,Gaya, Hukun Newton I-III, atau, Hukum Archimedes dan hukum-hukum lainnya selain hukum gantung dalam mata kuliah Fisika Dasar.

Bagaimana tidak? Selain lulusan SMA dengan jurusan A-I, SMA beliau juga bertetangga agak jauh dengan SMA 2×11 6 Lingkung. Matematika bangat bukan? (Intermezo).

Sahabat saya ini seakan terlihat terburu-buru. Ada saja alasannya untuk mengakhiri obrolan untuk berpamitan. Tapi saya curiga itu hanyalah kepura-puraan agar tidak ditahan lebih lama lagi yang bisa menghambat langkahnya untuk pulang kampung ke Twince Mangga. Biasa anak-anak kos hanya pulang sebulan sekali atau seminggu sekali, tapi beliau bisa pulang 2-3 kali seminggu, mentang-mentang Kampungnya hanya satu jam perjalanan naik bis. Barangkali semasa kuliah ia telah menjadi Ketua Pemuda dan memimpin Karang Taruna.

Selepas kuliah kami berpisah, kemajuan teknologi belum seperti saat ini, yang memungkinkan untuk bersua di planet Buku-Muka milik Tn. Mark ini. Khabar angin yang dihembuskan burung beliu di Batavia. Saya pun membereskan koper dan berangkat ke Batavia meskipun bukan untuk mencarinya tapi mengikuti langkahnya mengadu nasib di Ibukota.

Oh, ternyata beliau tak lama di Batavia dan kami pun belum sempat bersua, ia kembali ke kampung halaman. Barangkali tugas-tugas ‘negara’ Pauh Kamba tak bisa ditinggalkannya.

Dan setelah beberapa lama, ia menyempatkan diri mampir ke Batavia dalam lawatan dinas sebabagai Walinagari ke Bali. Ternyata sahabat saya yang religius ini telah menjadi Orang Nomor Satu di Kanagarian Gadur.

Sebagian besar dari kita menghendaki pemimpin yang lahir dari bawah, bukan pemimpin cabutan yang di-hire dari dunia yang berbeda (asalkan bukan dari alam ghaib) misalnya public figure yang berlalu lalang di layar kaca seperti ; artis, pelawak, pemain sinentron lalu dipasang di deretan nama calon anggota legislatif dari sebuah partai dan meminta rakyat untuk memilih. Bukan. Sahabat saya ini benar-benar berasal dari bawah, berbaur dengan rakyat jelata. Ia telah menjabat selama dua periode sebagai Wali Nagari Gadur ; Periode 2005-2011 & 2011-2017.

Tak perlu diragukan lagi kedekatan seorang Wali Nagari dengan warganya. Dari asap yang membubung dari setiap dapur beliau tahu menu masakan tiap rumah setiap hari. Jika pun terlewat ia juga tahu sayur apa yang di masak setiap hari oleh warga karena ia juga seorang petani sayur ulung yang menjual murah hasil panen khusus untuk warganya. Sandi yang sering keluar masuk pasar belakangan ini tidak ada apa-apanya dibanding dia dalam hal urusan kebutuhan emak-emak berhubungan dengan dapur.

Bagi anda yang mengenalnya seperti saya silakan dicoblos. Bagi anda yang tidak mengenalnya tapi mengenal saya dan percaya dengan yang saya tuliskan juga silakan dicoblos. Bagi anda yang tidak mengenalnya dan saya namun percaya dengan yang saya tuliskan juga tidak masalah jika memilih sosok ini. Bagi anda yang tidak mengenalnya namun kenal saya tapi tidak percaya dengan yang saya tuliskan, iseng mau memilihnya juga tak mengapa. Atau bagi yang merasa pernah menjadi mantannya–tapi saya tidak yakin karena beliau Pria Religius tentu sangat menjaga diri dan pandangannya serta bukan tipikal pria PHP kepada wanita, tentunya juga kepada rakyat, paling mirip-mirip mantan–silakan dicoblos jika anda percaya. Dan terakhir bagi yang merasa semua yang saya tulis ini omong-kosong, tidak kenal beliau dan saya tapi senang dengan Matahari biru yang di photo ini lalu bersikukuh ingin memilih sahabat saya ini dengan senang hati juga silakan. Terakhir silakan cari-cari pembenaran untuk memilih beliau, misalnya ; suka warna biru, senang angka 2, tertarik dengan taglinenya “Bersama Membangun Nagari”. Seribu alasan bisa menjadi pembenaran untuk memilih beliau termasuk alasan yang paling absurd ; karena di bawah photonya ada tulisan mantan Wali Nagari Gadur 2 Periode (khusus bagi yang masih mengenang mantan).

Selamat Berjuang Kawan

Semoga Sukses, sukses meraih yang diinginkan dan lebih penting lagi sukses menjaga amanah.

****

Al Albana–Seorang Sahabat–Andalas 13 Safar 1440

Kategori Tokoh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close